Prajurit Paskhas Latihan Terjun Statik dan Free Fall
Sebanyak 110 prajurit diberangkatkan dari Home Base Lanud Adisutjipto dengan menggunakan Pesawat Hercules A-1310
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam situasi genting, prajurit Paskhas Datasemen Pertahanan Udara 747 Yogyakarta harus dapat cepat mencapai target konflik. Salah satu cara untuk mencapai target tujuan yaitu mengirimkan pasukan dengan menggunakan pesawat Hercules untuk kemudian diterjunkan.
Tak sembarangan dalam penerjunan, prajurit harus mempunyai bekal keahlian, dan keberanian.
Untuk melatih keahlian dalam penerjunan para prajurit Paskhas melakukan latihan terjun statik dan free fall yang dilaksanakan Senin (16/2). Sebanyak 110 prajurit diberangkatkan dari Home Base Lanud Adisutjipto dengan menggunakan Pesawat Hercules A-1310 dan akan dilepas di udara tepatnya di atas Lanud Gading, Kecamatan Playen, Gunung Kidul.
Komandan Detasemen Pertahanan Udara 474, Mayor Dili Setyawan sebelum memberangkatkan pasukannya menuturkan bahwa latihan tersebut merupakan sebuah asumsi apabila ada trouble spot yang berada di wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat. Selain itu pesawat juga berguna untuk mempercepat pergerakan pasukan ke area tersebut.
"Dalam waktu kurang dari 30 menit prajurit harus bisa diberangkatkan dari home base menuju daerah trouble," ujar Mayor Dili.
Pergerakan yang cepat itulah yang harus selalu diasah oleh personel Paskhas. Selain itu tujuan latihan yang dijadwalkan digelar tiga bulan sekali tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan prajurit untuk menghadapi segala medan.
"Ini akan melatih prajurit untuk selalu siap, apabila sewaktu-waktu ada perintah kami siapa berangkat," terangnya. (tribunjogja.com)