Maria Smith, Remaja Cantik Berhati Mulia

Saat itu, Maria, mengaku merasakan apa yang dirasakan pengemis tunawisma itu.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, VIRGINIA - Apa yang akan anda lakukan ketika bertemu dengan pengemis? Apakah berpaling muka untuk menghindarinya ataukah mendekatinya lalu memberikan bantuan?

Hal ini pula yang dirasakan seorang remaja berparas ayu asal Virginia Maria Smith (20). Ketika ia masih berusia 17 tahun, ia melihat seorang pengemis di parkiran mobil. Si pengemis tunawisma itu tampaknya dalam kondisi tidak sehat. Ia menggigil dan batuk. Saat itu, Maria, mengaku merasakan apa yang dirasakan pengemis tunawisma itu. Ia iba, kemudian turun dan memberikannya selimut untuk menghangatkan badan si pengemis tersebut.

"Sudah lama terjadi, namun hingga sekarang perasaan itu masih terus menghantui diriku. Aku ingat benar bagaimana tatapan matanya ketika aku membungkus selimut dan memberikan padanya," papar Maria dalam kesempatan wawancara dengan NBC News pada hari Natal 2014 kemarin.

NBC

Ini ternyata tak terlepas dari pengalaman pahit Maria. Sewaktu kecil, Maria Smith ditelantarkan oleh kedua orangtuanya. Ia tak dirawat bahkan ditinggalkan. Ia pun dibesarkan tanpa kasih sayang kedua orangtuanya, hingga akhirnya ada orang yang mengadopsi dirinya.

Masa lalunya inilah yang kemudian menempa pribadi Maria menjadi sosok yang berhati mulia. Berawal dari pengalamannya ketika pertama kali menolong pengemis pada usia 17 tahun, kini ia membuat organisasi sosial yang fokus untuk membantu para pengemis dan tunawisma yang ada di Kota Hampton, Virginia.

NBC

Supaya makin banyak tunawisma yang mendapatkan bantuan, Maria mengajak kepada para penduduk untuk ikut serta memberikan sumbangan. Ia berbicara di sekolah-sekolah, di gereja-geraja, serta mengajak para pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan sosial itu. Dirinya memang memiliki impian jika gerakannya itu bisa menjadi sebuah gerakan nasional.

NBC

Remaja yang saat ini tengah menimba ilmu di jurusan Psikologi, Universitas Regents ini setiap hari bangun pada pukul lima pagi hingga pukul 09.30. Begitulah setiap harinya hingga saat ini, sudah ada 800 ribu selimut yang ia bagikan selama tiga tahun ia menjalankan kegiatan sosial tersebut.

"Jujur saja, mereka hidup di luar sana dalam kondisi yang buruk, aku hanya ingin membantu meringankan sedikit penderitaan mereka. Inilah yang menjadi motivasiku," tandasnya. (*)

Sumber : NBC News

Tags
pengemis
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved