Ini Dia Pasar Surganya Pecinta Batu Akik
Sejak diresmikan sudah ada sekitar 12 pedagang yang mengisi pasar dari awal, salah satunya Muhammad Galih Permana (35).
Selain Galih, ada sekitar 12 pedagang batu akik yang berjualan di Pasar Devris, tampilan kios mereka berbeda, ada yang hanya menjual batu-batuan saja yang sudah dibentuk, ada juga yang menjual masih dalam bentuk bongkahan.
Tetapi tampilan kios Galih lebih elegan, dia merancang seperti menyerupai toko perhiasan. Tidak hanya menjual cincin batu, ia juga menyediakan perawatan cincin batu serta alatnya.
Perawatan meliputi, kulit gosok biar batu tidak kusam, serbuk intan serta kain poles. Alat perawatan dijual terpisah dengan harga mulai Rp35.000 untuk kulit gosok, dan Rp100.000 untuk serbuk intan.
Menurut Galih, kehadiran Pasar Devris sebagai pusat penjualan batu akik sangat membantu pedagang untuk memulai usahanya. Karena aksesnya dekat dengan masyarakat sehingga mudah dijangkau.
"Dulu kita berjualan dari mulut ke mulut sesama kenalan, kita belum punya toko khusus, hanya menumpang toko pakaian. Sekarang sudah ada kios seperti ini cukup baguslah untuk usaha," kata Cindy Allysa, rekan Galih.
Cindy optimis dengan adanya pusat penjualan batu akik di Pasar Devris dapat memberikan peluang bagi masyarakat membuka usaha menjual batu akik.
Jika dalam waktu tiga bulan para pedagang mendapatkan keuntungan yang wajar, maka merekapun bersedia untuk melanjutkan penyewaan dengan sistem kontrak.
"Kalau pasarnya bagus ya kita akan sewa setelah tiga bulan gratis," katanya. (Antara)