Pemkab Bantul Setengah Hati Tutup Tambak Udang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul menilai pemerintah masih ragu-ragu dalam menutup tambak udang

Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul menilai pemerintah masih ragu-ragu dalam menutup tambak udang. Penertiban yang hanya dipasang patok dan police line masih memberi peluang petambak untuk beroperasi.

Menurut anggota Komisi C DPRD Bantul, Uwaisun Nawawi, harusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengerahkan backhoe untuk menertibkan tambak. Anggaran yang disediakan hingga ratusan juta rupiah dinilai tidak sesuai dengan upaya penutupan yang telah dilakukan.

"Perkembangan tambak setiap bulan mencapai puluhan," ungkap Uwaisun, Rabu (7/1/2015).

Bahkan saat Komisi C melakukan inspeksi mendadak (Sidak) satu hari pasca penertiban, pihaknya mendapati ada petambak yang tengah mengeruk lahan pasir menggunakan backhoe untuk dijadikan kolam tambak udang.

Jarak lahan yang dikeruk hanya berjarak sekitar 500 meter dari miniatur ka'bah di barat Parangtritis. Ada pula petambak yang pagi ini akan menebar bibit baru.

Uwaisun menilai, para petambak seolah tidak mengindahkan perintah yang dikeluarkan Pemkab. Tidak mungkin katanya, petambak tidak tahu bila penutupan dilakukan mulai Senin (5/1/2014).

Surat edaran Pemkab yang memberi toleransi hingga panen menjadi celah untuk memperpanjang usaha mereka. Dengan menebarkan benih baru, otomatis saat ditutup mereka akan berdalih menunggu panen beberapa waktu lagi.

"Tidak mungkin petambak tidak tahu. Zaman sekarang informasi menyebar begitu cepat, media juga sudah gencar memberitakan. Ada semacam kesengajaan dengan memanfaatkan celah itu," ungkap Uwaisun. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Tambak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved