Rony Ajak Warga Yogya Dengarkan Radio

Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa akhir-akhir ini jumlah pendengar radio semakin berkurang.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Salah satu anggota PRSSNI turun di perempatan Gramedia mengajak masyarakat mendengarakan radio, Sabtu (3/1/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Ayo Dengerin Radio", sejumlah pekerja radio yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional (PRSSNI) DIY menggelar kampanye Dengar Radio Jogja di perempatan Gramedia Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (3/1/2015) sore.

Koordinator kegiatan, Rony Arya mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan radio kemasyarakat dan mengedukasi bahwa melalui radio masyarakat bisa mengakses beragam informasi secara cepat dan sekaligus mendapatkan hiburan.

Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa akhir-akhir ini jumlah pendengar radio semakin berkurang. "Saat ini radio kalah jika dibanding dengan internet dan televisi. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali mendengarkan radio," ungkap Ronny Arya.

Tidak hanya melakukan kampnye terhadap masyarakat, untuk lebih meningkatkan jumlah pendengar, harus ada upaya lainya dari stasiun radio seperti penguatan brand, penguatan IT, dan peningkatan SDM. Acara tersebut juga sebagai ajang untuk lebih meningkatkan hubungan antar anggota PRSSNI yang selama ini jarang bertemu.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 20 pekerja radio yang terdiri dari penyiar, manajer siaran, staff adminstrasi, juga dibagikan stiker dari masing-masing radio yang mengikuti acara tersebut kepada pengguna jalan. Beberapa stasiun radio swasta yang ambil bagian dalam acara tersebut adalah Sonora, Rakosa, Star FM, JIZ FM, MBS, Kota Perak, Geronimo, Radio Retjo Buntung.

Menurut Benni Listiyo, salah satu peserta aksi dari Sonora FM, acara tersebut adalah acara yang kedua kalinya. Acara yang pertama berlangsung pada 27 Desember yang lalu di perempatan Tugu Yogyakarta.

Menurutnya banyak kelebihan yang dimiliki oleh radio, sehinnga dirinya merasa perlu mengajak masyarakat untuk lebih sering mendengarkan radio. "Tidak ada unsur kekerasan dan kontent yang fulgar dalam siaran radio," ungkapnya.

Lebih lanjut, Benni mengatakan radio adalah media yang mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun, tidak harus berlangganan untuk mengaksesnya. dan yang lebih penting, radio bisa menyampaikan informasi secara cepat. (*)


Penulis: Hamim Thohari
Editor: Hendy Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved