Besok, Seribu Buruh Yogya Mogok Nasional

Ini bagian dari aksi mogok serentak nasional menuntut revisi Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

Penulis: esa | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seribu buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) turun ke jalan dalam aksi mogok nasional, Kamis (11/12/2014). Ini bagian dari aksi mogok serentak nasional menuntut revisi Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

"Kami mendesak revisi UMK. Kenaikan harga BBM membuat buruh makin miskin," kata Sekjen ABY Yogyakarta, Kirnadi, Rabu (10/12/2014).

Tuntutan serupa juga disampaikan oleh perwakilan ABY di provinsi lain yang menggelar aksi serupa sejak Rabu (10/12/2014) di Bundaran HI Jakarta. Kirnadi menyebut, ini sebagai bentuk kekompakan buruh nasional bahwa semua membutuhkan revisi UMK pasca-kenaikan harga BBM.

Aksi itu seolah jawaban dari pernyataan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf saat berkunjung ke Kepatihan, Senin (1/12) lalu. Saat itu, ia mengatakan, revisi baru mungkin terjadi jika itu dilakukan serentak di 34 provinsi. Tidak sebatas di satu-dua daerah saja. Itupun, revisi sebenarnya sulit dilakukan karena prosesnya butuh berbulan-bulan untuk mengulang survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Ya ini bukti kekompakan kami. Semua buruh di Indonesia mendesak revisi UMK," tandas Kirnadi.

Dalam aksinya, buruh akan menggelar longmarch dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju ke Titik Nol Kilometer, sekitar pukul 10.00 WIB. Selain mendesak revisi UMK, buruh juga menuntut pemerintah menghapuskan kenaikan harga BBM, menghapus outsourching serta mendesak adanya program pensiun bagi buruh minimal 75 kali upah terakhir.

"Kami juga menolak pemberangusan Serikat Pekerja maupun kriminalisasi dan kekerasan terhadap aktivis Serikat Pekerja," kata Kirnadi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved