Penggerebekan Studio Gameloft
Yuk Tengok Isi Studio Gameloft yang Sempat Digerebek Polisi
Bentuknya kubus dihiasi warna-warni menyolok. Sekilas tampak seperti taman bermain.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana di Studio 2 Gameloft di Jalan HOS Cokroaminto 73 Yogyakarta, Selasa (11/11/2014) tampak normal. Agaknya penggrebekan yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta, Senin (10/11/2014), tidak terlalu mengganggu aktivitas mereka.
Gedung megah yang berdiri tepat di seberang Pasar Klitikan itu memang tidak tampak seperti bangunan perkantoran pada umumnya. Bentuknya kubus dihiasi warna-warni menyolok. Sekilas tampak seperti taman bermain.
Masuk ke lobby markas Gameloft, terlihat pernak pernik Hallowen yang tampaknya menjadi tema bulan ini. Siang itu tepat jam istirahat siang, terdengar candaan dari para pekerja di developer game populer itu tentang peristiwa sehari sebelumnya.
“Ya seperti itulah anak-anak. Insiden kemarin tidak mengganggu aktivitas kami, namun sempat menjadi candaan seru,” kata Human Resource Manager Gameloft Indonesia, Putra Dia.
Putra menjelaskan dengan kantor yang didesain sedemikain rupa, memang membuat orang yang tidak paham terkecoh. Apalagi para pekerja di perusahaan pengembang game itu, dibebaskan dalam hal berpenampilan.
“Mereka bebas memakai kaos, celana pendek, sandal jepit, gondrong dan tatoan. Tidak tampak seperti karyawan memang, bagi seorang tester tugasnya ngegame. Mereka tidak bermain tapi itulah pekerjaan mereka ,” tuturnya.
Kebebasan itu, dikatakan Putra memang menjadi spirit bagi Gameloft untuk membuat kenyamanan penuh saat bekerja. Perusahaan pengembang game itu, punya misi membuat pekerjanya selalu senang sehingga mampu berkarya.
“Produk yang kami hasilkan adalah game untuk menyenangkan orang. Maka pembuatnya juga harus mempunyai hati yang senang,” ujarnya.
Gameloft menganggap semua karyawan ibarat seorang seniman yang untuk menciptakan karya harus dengan hati gembira. Maka tempat kerja pun dibuat senyaman mungkin, dengan fasilitas lengkap berstandar Internasional.
Di dalam gedung berlantai tiga itu dilengkapi dengan fasilitas anti-stres, terlihat ruang kebugaran lengkap, cafeteria, ruang istirahat, ruang bermain Playstation, X-BOX dan setiap lantai mempunyai ruang meeting dengan berbagai tema.
Melihat fasilitas yang dimiliki, mengingatkan pada lingkungan kerja impian di markas Facebook atau Google di Amerika Serikat yang menjadi mimpi para pekerja.“Studio 2 Gameloft ini juga salah satu kantor paling atraktif di Asia Tenggara,” kata Putra.
Gameloft, bukan nama asing bagi pengguna gadget, khususnya penggemar game, sehingga Kota Yogyakarta mendorong agar banyak anak muda kreatif mampu berkembang dibawah naungan perusahaan tersebut.
Sejak membuka Kantor Perwakilan di Yogyakarta tahun 2012, Gameloft telah merekrut 600 tenaga kerja di bidang industri kreatif berbasis digital. Di Yogyakarta, investasi perusahaan yang berbasis di Paris, Perancis itu tergolong besar, yakni USD 1 Juta. (*)