BERITA EKSKLUSIF JOGJA
Tidak Memanusiakan Manusia
Saat ini yang terjadi di Kota Yogyakarta, taman kota yang dibuat hanyalah sampai pada aspek visual saja
Penulis: oda | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Melihat dari segi perkotaan, kota dapat menimbulkan stres bagi penghuninya. Hal tersebut dapat dilihat dari aktifitas di pagi hari.
Dengan kepadatan jalan raya dan tekanan waktu, masyarakat terburu-buru sehingga ketika lampu lalin dari kuning ke merah, warga cenderung mempercepat laju kendaraannya.
Dengan adanya tekanan-tekanan yang dialami masyarakat tersebut, maka kota harus membayarnya dengan menciptakan taman kota yang memberikan aspek sosial. Namun saat ini yang terjadi di Kota Yogyakarta, taman kota yang dibuat hanyalah sampai pada aspek visual saja.
Hal ini diperparah banyaknya penggunaan kendaraan bermotor. Hal ini karena masyarakat tidak ada pilihan untuk berjalan kaki, karena ruang pejalan kaki semakin dikurangi. Saat ini untuk berjalan di tepi jalan masyarakat harus berada di pinggir jalan, tanpa ada jalur pemisah seperti taman kota.
Hal tersebut tentu saja membuat para pejalan kaki merasa tidak aman karena tidak bisa melewati trotoar, bahkan tidak ada pelindung seperti pohon besar untuk merasakan kenyamanan berjalan kaki di kota. Ini bentuk tidak memanusiakan manusia.
Dengan adanya jalur hijau antara jalan raya dan trotoar, pejalan kaki dapat merasa aman dan nyaman berjalan kaki. Untuk memberikan taman kota yang memiliki skala taman kota sebenarnya dan memberikan aspek sosial, bahkan budaya, pemerintah perlu memberikan prioritas dan melibatkan masyarakat.
Masyarakat diajak berpartisipasi untuk menciptakan taman kota, minimal dengan menanam pohon-pohon besar di rumah mereka. Namun mendorong partisipasi rakyat ini, tidak lupa untuk terus membuat program-program demi menciptakan taman atau hutan kota, serta ruang terbuka hijau.
Taman kota merupakan hak masyarakat perkotaan. Hak untuk mendapatkan kenyamanan dan kesehatan untuk tinggal di perkotaan. sehingga masyarakat juga dapat mendesak pemerintah untuk memaksimalkan pengelolaan taman kota yang menjadi hak warga. (tribunjogja.com)
Oleh: DR YOYOK WAHU SUBROTO, Pengamat Arsitektur Kota dari UGM