Lipsus Rentetan Pembunuhan di Yogya

Premanisme Dampak dari Kegagalan Pendidikan

Persoalan premanisme membutuhkan perhatian serius. Persoalan mendasar adalah program pendidikan di kota ini ternyata belum maksimal

Penulis: had | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Priyono saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Suroto, Kota Baru, mengungkapkan, memang persoalan premanisme membutuhkan perhatian serius. Persoalan mendasar adalah program pendidikan di kota ini ternyata belum maksimal.

"Pendidikan di Yogyakarta ini gagal. Jadi mereka yang mengamen kan karena gagal pendidikannya," katanya. Menurut Imam, anggaran pendidikan di Yogyakarta justru sebesar 60 persen dinikmati oleh kalangan ekonomi menengah ke atas.

Sebab yang mampu memenuhi persyaratan untuk masuk ke sekolah unggulan tentunya mereka yang berbekal nilai tinggi. Bagaimana tidak, anak keluarga berekonomi mapan memeroleh asupan gizi yang cukup, dan memeroleh tambahan materi pelajaran luar sekolah melalui kursus.

Sementara keluarga ekonomi lemah, hanya mengandalkan materi dari sekolah. Kemudian, lanjutnya,saat seleksi masuk ke sekolah unggulan terjadilah persaingan. Orang yang miskin merasa tidak percaya diri atau minder.

Akhirnya gagal menempuh pendidikan, menganggur, turun ke jalan untuk mengamen. Pemerintah memang perlu melakukan pembenahan.

"Siapa yang salah? Mereka harus diselamatkan. Maka jangan membuat data dicantikkan agar Wali Kota dan Gubernur senang. Buat data apa adanya, dikelola untuk perbaikan demi kepentingan yang luas," tegasnya.

Namun demikian, perlu diteliti, sebab banyak pula pengamen jalanan yang bukan dari warga Kota Yogyakarta, melainkan dari luar daerah, seperti Sleman, Bantul, Purworejo, dan lain-lain. Maka dalam melakukan penertiban, diupayakan agar ada pembinaan secara berkelanjutan.

"Semua kasus itu dampak lingkungan terutama lingkungan sosial, pemerintah kurang menanamkan pendekatan dengan hati," ujarnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved