Properti Bergeser ke Barat dan Timur
Pertumbuhan bisnis properti dalam 5-10 tahun ke depan diperkirakan akan merambah ke wilayah barat dan timur.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertumbuhan bisnis properti dalam 5-10 tahun ke depan diperkirakan akan merambah ke wilayah barat dan timur. Kawasan Kulonprogo dan Gunungkidul akan menjadi incaran utama para pengembang.
"Karena itu, perlu segera ada regulasi penataan kawasan yang jelas dari pemerintah daerah agar pertumbuhan itu bisa terlaksana dengan baik," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) DIY, Andy Wijayanto.
Andy mengatakan, hal ini tak lepas dari semakin sedikitnya ketersediaan lahan dan lingkungan di wilayah Sleman dan Kota Yogya yang selama ini cenderung menjadi pusat pertumbuhan permukiman. "Apakah sektor permukiman akan menuju ke Kulonprogo, ya itu pasti. Namun, zoning wilayah harus diperjelas mumpung belum terlambat," kata Andy yang baru terpilih menjadi ketua REI DIY dalam Musda REI di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Selasa (2/9).
Zoning yang dimaksud adalah penataan kawasan dengan ketentuan yang jelas berikut regulasi dari pemerintah daerah setempat. Termasuk di antaranya kejelasan mana saja wilayah yang dikategorikan kawasan hijau, kawasan industri, hingga kawasan pemukiman.
"Dengan adanya peraturan yang gamblang, akan mempermudah pengembang perumahan untuk melebarkan sayapnya ke daerah," kata dia.
Menurut Andy, dengan semakin sedikitnya ketersediaan lahan di wilayah Sleman dan Kota Yogya, hal itu juga mendorong adanya terobosan baru terkait konsep hunian. Jika selama ini masyarakat sudah telanjur terbiasa dengan landed housing, maka kini harus mulai dikenalkan dengan konsep vertical housing.
REI ke depan, menurutnya, memiliki tantangan besar untuk mengubah mindset masyarakat tentang permukiman tersebut. "Kalau dulu maunya ngambah lemah, sekarang harus diubah. Jumlah manusia terus bertambah sementara kebutuhannya pasti meningkat. Kita harus menata perilaku dan mengenalkan dengan konsep hunian ke atas," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo yang hadir dalam Musda REI tersebut, mengatakan, pihaknya sudah bersiap diri untuk menyambut tren pertumbuhan permukiman di wilayah Kulonprogo. Apalagi wilayahnya tengah bersiap menyambut kehadiran bandara internasional. Hal itu akan didukung dengan adanya peraturan daerah tentang pembagian kawasan.
"Kami sudah ada Perda yang mengatur kawasan. Misalnya, Sentolo menjadi kawasan industri. Kami cukup siap menyambut pertumbuhan pembangunan perumahan di Kulonprogo," kata dia. (ing)