Massa Beserban Tak Bubar Meski Sidang Penganiayaan Julius Rampung
Ratusan massa yang rata-rata menggunakan serban untuk menutupi kepala tampak berkerumun di Jalan Merapi, depan Pengadilan Negeri Sleman
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Arie
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan massa yang rata-rata menggunakan serban untuk menutupi kepala tampak berkerumun di Jalan Merapi, depan Pengadilan Negeri Sleman, Senin (18/8/2014).
Sesekali seseorang dari mereka menyerukan "Allahu Akbar" dan disambut oleh teriakan massa lainnya. Hal itu berkaitan digelarnya sidang perdana atas kasus penganiayaan yang dialami Direktur Galang Press, Julius Felicianus, dengan terdakwa Abdul Kholiq.
Tidak ada yang bisa dimintai keterangan dari massa tersebut, tetapi berdasarkan pantauan wartawan Tribun Jogja, massa tersebut acapkali meneriakkan ketidakpuasan atas jalannya sidang.
"Tidak ada pembahasan sedikitpun berkaitan perdamaian" pekik salah satu massa dengan wajah tertutup sorban.
Lebih lanjut massa tetap berkumpul di sepanjang jalan walaupun sidang sudah rampung pukul 11.00.
Sementara itu, pengamanan polisi dan TNI tampak berjaga di dalam gedung PN, halaman gedung, hingga sepanjang jalan Merapi. Penutupan arus diberlakukan dengan memagari jalan menggunakan sepeda motor dari kepolisian.
Setidaknya 650 personel gabungan dari satuan Pengendali Massa (Dalmas), satuan Sabhara Polres Sleman dan TNI diterjunkan untuk mengamankan jalannya persidangan. Mereka berjaga dengan atribut lengkap. Watorcanon pun turut disiagakan untuk antisipasi keamanan. (Tribunjogja.com)