Lipsus Bisnis Warung Burjo
Tiga Ribu Pedagang Burjo Mudik Bareng
Setiap momen hari raya tersebut, ribuan pedagang yang usahanya akrab disebut "warung burjo" itu mudik bareng secara terorganisasi.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari-hari menjelang Lebaran selalu menjadi momen berkesan bagi para pedagang mi rebus asal Kuningan, Jawa Barat yang mengadu nasib di Yogyakarta. Pasalnya, setiap momen hari raya tersebut, ribuan pedagang yang usahanya akrab disebut "warung burjo" itu mudik bareng secara terorganisasi.
Momen Lebaran menjadi sebuah jeda, barang sepekan atau 10 hari, setelah selama setahun berjibaku mencari nafkah dengan berdagang di kota pelajar.
Tentu pula, euforia pulang kampung berjamaah itu tidak hanya berbekal rasa kangen kampung halaman, tetapi juga membawa kebanggaan atas keberhasilan mereka di tanah rantau, Yogyakarta khususnya.
Informasi dihimpun Tribun Jogja dari Paguyuban Pengusaha Warga Kuningan (PPWK), jelang Lebaran 2014 ini para pedagang mi rebus di Yogyakarta mudik bersama terbagi dua kelompok. Pertama menggunakan sekitar delapan bus pada 20 Juli 2014, rombongan kedua berjumlah lebih banyak, menggunakan sekitar 36 bus, pemberangkatan pada 23 Juli 2014.
Total jumlah mereka diperkirakan lebih dari 3.000 orang termasuk karyawannya. Sebelum benar-benar berkemas dan menutup warung burjo mereka untuk mudik, Tribun Jogja sempat wawancara seputar pengalaman suka dan duka para pedagang asal Kuningan ini dalam sepekan terakhir. (Tribunjogja.com)