Capres 2014
Mau Melamar Abraham Samad, Jokowi Harus Terbuka dan Santun
Calon Presiden yang diusung PDIP, Jokowi dikabarkan melirik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad
Penulis: esa | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -- Calon Presiden yang diusung PDIP, Jokowi dikabarkan melirik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sebagai cawapres mendampinginya. Jika benar Jokowi tertarik dengan figur Abraham, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas meminta agar Jokowi menyampaikan surat permintaan resmi ke institusinya.
"Jika memang Jokowi dan partai pendukungnya menginginkan Abraham jadi cawapres, kami harap dilakukan secara terbuka. Kalau melamar serius ya yang resmi, secara terbuka, fair dan santun," papar Busyro dijumpai usai menggelar pertemuan dengan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan, Jumat (16/5).
Mantan Ketua KPK periode 2010-2011 ini meminta agar Jokowi tidak sekadar menggelar pertemuan-pertemuan internal dengan Abraham. Melainkan, mengirimkan surat resmi kepada KPK untuk meminang Samad. Busyro menyebut, hingga saat ini, Jokowi maupun PDIP belum menyampaikan surat resmi kepada KPK terkait ketertarikannya menggaet Abraham. Surat resmi itu penting karena Abraham merupakan Ketua KPK yang masih menjabat. Sumpah jabatannya baru berakhir tahun 2015.
"Jokowi jangan mengabaikan itu. Kalau ada surat resmi, nanti baru kami rapatkan, akan diizinkan atau tidak," kata birokrat asal Yogyakarta ini.
Meski demikian, Busyro menegaskan, wacana ketertarikan Jokowi menggaet Abraham tak mengganggu kinerja KPK. Selama ini KPK juga tidak menggelar rapat pimpinan untuk menyatakan mendukung atau tidak mendukung. "Garansi," lugasnya. (esa)