Atria Hotel Magelang Tawarkan Paket Menikmati Sunrise Borobudur
Atria Hotel Magelang mencoba untuk menawarkan kepada para tamu-tamu yang menginap untuk menikmati keindahan pemandangan dari bukit Punthuk Setumbu
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bagi Anda yang menyukai travelling dan fotografi, bukit Punthuk Setumbu pasti tidak asing lagi terdengar. Ya, bukit yang terletak di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur ini sangat terkenal menjadi tempat terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit di antara gunung Merapi dan Merbabu.
Tak hanya itu, dari atas bukit inilah keindahancandi Borobudur di pagi hari juga akan terlihat sangat sempurna. Sebab, candi megah tersebut seolah-olah dikalungi cincin kabut putih dengan semburat sinar matahari.
Atria Hotel Magelang mencoba untuk menawarkan kepada para tamu-tamu yang menginap untuk menikmati keindahan pemandangan dari bukit Punthuk Setumbu tersebut. Yakni lewat paket Punthuk Setumbu Sunrise.
"Paket ini terdiri dari 2 jenis. Pertama, paket sekaligus dengan akomodasi kamar; kedua, paket tanpa akomodasi kamar," kata Candid Erdiata, Public Relations Manager Atria Hotel Magelang lewat rilisnya kepada Tribunjogja.com, Jumat (9/5/2014).
Menurut Candid, untuk paket tanpa akomodasi kamar, 1 paket seharga Rp 490.000 nett/orang. Sedangkan untuk paket dengan kamar, seharga Rp. 1.190.000 nett. Harga itu sudah termasuk menginap 1 malam di kamar Superior, makan pagi, makan siang, dan makan malam untuk 2 orang.
Nantinya, para tamu akan mengawali aktivitas dengan perjalanan menuju bukit Punthuk Setumbu yang hanya berjarak 20 menit dari hotel.
"Agar tak telat melewatkan sunrise, para tamu disarankan untuk sudah berada di puncak bukit pada paling lambat pukul 4.45 pagi," terang PR yang gemar makan seafood ini.Selama perjalanan, tamu akan di pandu oleh guide lokal yang juga dapat berbahasa Inggris.
Ketika matahari sudah mulai terasa panas, sekitar pukul 06.00–06.30 pagi, tamu sudah bisa turun untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Candi Borobudur. Jalan-jalan berlanjut dengan mengunjungi home-industry pembuatan batik dan gerabah. Tamu bahkan dapat langsung mempraktekkan membatik bersama pengrajinnya.
"Akhir dari wisata alam ini adalah makan siang di Pondok Tingal dengan menu-menu tradisional khas dari Magelang, yaitu kupat tahu atau nasi megono," ujar Candid. (Tribunjogja.com)