Dapur Jadi Jantungnya Rumah
Pada zaman dulu, biasanya dapur diletakkan di bagian belakang rumah
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Layaknya jantung pada manusia, dapur memiliki posisi sentral dalam suatu rumah. Perannya yang vital dalam pengolahan makanan untuk suguhan kepada penghuni rumah tentu memerlukan perhatian khusus. Karena itu, dalam proses pembangunan suatu rumah, letak dan jenis dapur menjadi sesuatu yang menuntut pemikiran matang.
Pada zaman dulu, biasanya dapur diletakkan di bagian belakang rumah. Hal ini bukannya tanpa alasan. Kondisi dapur yang umumnya kotor dan cukup berantakan karena aktivitas mengolah makanan tentunya bukan sesuatu yang pantas ditampilkan kepada tamu.
Selain fungsinya yang penting, dapur juga merupakan sumber bahaya. Sebabnya, di sinilah aktivitas yang berhubungan dengan api dilakukan. Hal ini membuat penentuan letak dapur menjadi teramat penting untuk meminimalisir terjadinya kebakaran.
Arsitek dari Hebat Group yang menangani pembangunan perumahan Puri Permata Sedayu, Aris Kristiawan mengatakan, jenis dan letak dapur sejatinya tergantung dari konsep rumah yang dibangun.
Pada zaman dulu dapur biasanya besar karena kondisinya masih memungkinkan. Sedangkan saat ini umumnya perumahan banyak yang berkonsep minimalis sehingga dapur juga tidak bisa seluas dulu.
"Dari jenisnya ada dua macam dapur yaitu dapur basah dan dapur kering. Dapur basah merupakan dapur dimana kegiatan memasak berjalan sangat optimal ditunjang peralatan masak lengkap dan memasak makanan berat. Hal itu membuat dapur terlihat kotor karena adanya tumpahan makanan, dan alat dapur yang dipakai," katanya, Kamis (1/5/2014).
Sedangkan dapur kering menurut Aris merupakan konsep dapur yang condong seperti pantry. Dapur semacam ini lebih sederhana karena hanya sebagai tempat singgah makanan sebelum dibawa ke ruang makan.
"Namun bukan berarti di dapur kering tidak bisa dipakai memasak. Tetap bisa, hanya saja kenampakan dapur ini lebih sederhana dan bersih. Alat masak juga lebih sederhana. Setelah selesai memasak dan dibersihkan, alat masak dan alat makan biasanya segera disimpan sehingga dapur tidak kelihatan penuh," lanjutnya.
Ketika saat ini tren rumah masih condong ke rumah berkonsep minimalis, maka dapur yang dibuat pun juga menyesuaikan. Dapur bisa tetap menjadi kegiatan memasak namun tetap bersih. Satu syaratnya adalah alat masak segera dibersihkan dan disimpan setelah selesai digunakan. (Tribunjogja.com)