One Day Shooping, Cara Belanja Hemat Waktu
Beberapa kalangan utamanya kaum sosialita gandrung dengan gaya belanja pulang pergi dalam sehari ini
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tersedianya moda transportasi yang memudahkan akses ekonomi antara kota satu dengan kota lain yang berjarak ratusan kilometer, serta merta mempengaruhi gaya hidup masyarakat, dalam hal ini khususnya masyarakat urban.
Salah satunya adalah maraknya kegiatan belanja lintas kota dalam sehari yang disebut "One day shopping". Gaya berbelanja model ini biasanya menggunakan moda transportasi berupa pesawat terbang atau kereta api.
Beberapa kalangan utamanya kaum sosialita gandrung dengan gaya belanja pulang pergi dalam sehari ini. Salah satu alasan terungkap, hemat waktu. One day shopping dipilih agar tak harus berlama-lama di suatu kota hanya untuk berburu barang-barang yang dicari.
Seperti diungkapkan Dewi Ranaya, salah satu desainer muda asal Yogyakarta ini mengakui, one day shopping adalah salah satu cara belanja yang menghemat waktu bagi mereka yang sehari-hari disibukkan berbagai kegiatan.
"Kalau aku sendiri memang untuk hobi semata. Senang aja kalau belanja ke Jakarta, pertama merk-merk lebih lengkap di sana dan aku lebih cocok. Paling aku Jogja-Jakarta PP sehari. Berangkat pagi pulang sore atau malamnya," ujar Dewi.
Masalah waktu, Dewi mengaku tidak pernah menjadwal secara pasti. Paling sedikit sebulan sekali Dewi melakukannya. Ditanya untung rugi menerapkan gaya belanja seperti ini, perempuan berjilbab ini mengakui bahwa one day shopping memang tidak bisa dilihat menguntungkan atau merugikan secara finansial, sebab ia menganggap hal ini hanya karena hobi semata.
"Kalau menurutku ngga foya-foya sih, memang gaya hidup, kalau misalnya mampu dan ngga maksain ga ada salahnya. Biasanya aku berangkat kadang bareng teman, kadang juga sendiri, tergantung situasi. Paling sering ke Jakarta, ke Singapura kadang-kadang kalau ada sale aja," ungkap Dewi.
Lain halnya dengan Zainah Vadaq, sosialita yang mengaku shopaholic ini, meski termasuk orang yang gila belanja dan termasuk salah satu pelaku one day shopping. Ia justru lebih senang membeli barang-barang non branded yang murah namun eye catching bila dipakai dirinya.
"Aku tuh lebih seneng blusukan, cari barang murah, tapi bagus tak pakai. Ngga harus branded. Kalau aku sering cari ke Jakarta, Bandung, Surabaya, kadang juga suka ke Solo," ungkap Ena panggilan akrabnya ini.
Berbeda dengan Evi Novianti, pengusaha properti ini lebih spesifik mencari suatu barang ketika pun harus melakukan one day shopping.
Biasanya Evi mencari produk-produk fashion yang memang cuma bisa didapat selain di Yogyakarta, misalnya Jakarta.
"Kalau aku favorit belanja di Jakarta, Grand Indonesia, Thamrin City, Senayan City, Mall Taman Anggrek, Plaza Senayan dan Central Park. Kalau untuk produk fashion, ukuranku XS, kalau di Yogya ngga ada, adanya di Jakarta sama di luar negeri," kata Evi. (Tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait :
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia