Gunungkidul Revitalisasi Lahan Kritis 11.500 Hektare
Setiap tahun, ditargetkan bisa melakukan penghijauan lahan kritis seluas 3000 hektare
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul mencatat ada sekitar 11.500 hektare lahan kritis yang harus segera direvitalisasi untuk mencegah kerusakan lebih parah. Setiap tahun, ditargetkan bisa melakukan penghijauan lahan kritis seluas 3000 hektare.
Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul, Sabam Benedictus Silalahi mengatakan pihaknya hanya mengelola lahan yang berada di luar kawasan hutan negara.
Luasnya mencapai 46.500 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu hektare sudah direboisiasi.
“Kalau hutan negara ditangani oleh provinsi, luasnya 13 ribu hektare. Kita hanya menangani lahan kritis yang berada di luar kawasan. Sekitar 11.500 hektare yang masih kritis,” katanya, Jumat(11/4/2014).
Untuk penanganan lahan kritis ini, kata Sabam, pemerintah kabupaten Gunungkidul melalui pihaknya sudah melakukan penghijauan.
Lahan-lahan kritis yang sebagian besar milik warga masyarakat tersebut ditanami dengan tanaman keras antara lain pohon jati, akasia dan sengon.
Setiap tahun ada sekitar 1,4 juta bibit tanaman dari kebun bibit rakyat yang ditanam di lahan-lahan kritis. Diharapkan, dengan penghijauan tersebut, lahan kritis di Gunungkidul bisa berkurang.
Nantinya, lahan-lahan yang kritis bisa kembali hijau sehingga bisa meminimalisir bencana alam. “Setiap tahun sekitar 3000 hektar lahan kritis kita tanami,” ucapnya. (Tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait :
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia