KH Zainal Abidin Munawwir Wafat Sore Kemarin
Ia meninggal di Pondok Pesantren Al Munawwir setelah sakit beberapa hari.
Penulis: say | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja Siti Ariyanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - KH Zainal Abidin Munawwir, salah satu pengurus Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon meninggal dunia kemarin, Sabtu (15/2/2014) pukul 18.30 WIB. Ia meninggal di Pondok Pesantren Al Munawwir setelah sakit beberapa hari.
Menurut KH Hafidh Abdul Qodir Munawwir, salah satu pengasuh pesantren, KH Zainal sempat dirawat 10 hari di RS Sardjito. Ia kemudian diperbolehkan pulang agar dapat beristirahat di rumah.
Jenazah akan dimakamkan di Pemakaman keluarga di Sorowajan siang ini, Minggu (16/2/2014) pukul 14.00 WIB.
"Mbah kiai dipanggil oleh Allah SWT kemarin selepas maghrib. Jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Sorowajan (Selatan Krapyak), siang ini pukul 14.00," jelasnya.
Dwi Kristina, salah satu pengurus harian pondok bercerita, KH Zainal merupakan sosok yang sederhana. Baik pakaian ataupun makanan yang dikonsumsi menunjukkan kesederhanaannya.
Ia juga dikenal sangat dekat dengan semua kalangan. "Tidak hanya para santri, orang-orang yang bukan santri langsung pun tetap diayomi oleh mbah kiai. Beliau itu orangnya netral, semua kalangan masuk dan tidak dibeda-bedakan. Jiwa sosialnya tinggi, dan sangat sederhana,” kata Dwi.
KH Zainal yang merupakan putra pendiri Pondok Al Munawwir, KHM Moenawir, meninggalkan seorang istri bernama Hj Ida Fatimah yang juga mantan anggota DPRD DIY dan tiga orang putra yakni Muhammad Munawwir, Muhammad Izza dan Chumairo. (*)