Pria Ini Membangun Rumah di Atas Bukit Berbatu
Bukit ini terletak di Dusun Bangkel, Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Melongok ke dapur, Katirin mendesain dindingnya dengan batu padas yang berasal dari sekitar. Disertai sebuah pintu berbentuk kubah, menambah kesan jadul semakin terasa.
"Ini batunya asli dari bukit ini, desain semua saya buat sendiri, ya mengaplikasikan apa yang ada disekitar sini saja. Bekas galian batu untuk dinding ini saya buat kolam ikan," terang Katirin.
Sebuah pintu bergaya jawa kuno menjadi akses menuju halaman belakang. Melewati jalan setapak yang terbuat dari batu, Tribun diajak ke bangunan yang terletak tepat di belakang rumah induk.
Bangunan ke dua ini difungsikannya sebagai studio lukis tempat Katirin membuat karya-karyanya. Bergaya jawa kuno, dengan gebyok khas Kotagede berukuran sekitar 11x6 meter, bangunan ini letaknya lebih tinggi daripada rumah induk.
"Sengaja saya bangun studio ini mengikuti ketinggian tanah, jadinya seperti ini, lebih tinggi dari rumah induk," terang Katirin.
Desain rumah yang dibangun Katirin sengaja tidak banyak mengubah kontur tanah dan cenderung mempertahankan kondisi alam apa adanya. Terbukti, ia justru memanfaatkan tinggi rendah lahan untuk kemudian mengaplikasikan bangunan menurut kontur tersebut.
Bagi Katirin, bukit dengan kontur batuan padas yang utuh ini justru merupakan modal yang begitu pas untuk mendirikan rumah yang digadangnya sejak lama. Ia pun sengaja memilih material lawas untuk mendesain rumah ini, semisal, ventilasi udara ia buat dari bekas tiang kandang kerbau dan untuk ornamen dinding luar dari batu limbah.
Sementara ini, rumah Katirin yang berdiri di perbukitan berketinggian sekita 300 meter ini terdiri dari dua bagian, kedepan ia masih ingin mengembangkannya. (*)