Lebaran 2013
Warga Berebut Gunungan Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta
Sisa sayuran dan ubarampe gunungan yang jatuh di tanah pun dikumpulkan untuk dibawa pulang dan mendapat berkah.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan orang mengikuti upacara Grebeg Syawal yang digelar Keraton Yogyakarta Kamis (8/8/2013). Mereka memperebutkan Gunungan Lanang yang merupakan sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 1 Syawal 1434 Hijriyah.
Tujuh gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan hasil bumi lainnya dihantarkan dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kepatihan mulai pukul 10.00 WIB.
Tiga gunungan yang dibagikan kepada warga di Masjid Gede Kauman langsung diperebutkan hingga tak tersisa sedikit pun. Bahkan sisa-sisa sayuran dan ubarampe gunungan yang jatuh di tanah pun dikumpulkan untuk dibawa pulang dan mendapat berkah.
Sanjaya (46) warga Gamping, Sleman, salah seorang warga yang turut berebut gunungan mengaku sengaja mengikuti ritual tersebut sebagai upaya melestarikan tradidi Kerton Yogyakarta. Ia pun senang setelah dapat sayuran dari gunungan.
"Ini dapat kacang. Semoga bisa dapat berkah, agar hidup lebih baik lagi nantinya," ujarnya kepada Tribunjogja.com, Kamis (8/8/2012).
Ia mengisahkan, tahun lalu ayamnya sempat sakit-sakitan. Namun setelah mendapat sayuran dari gunungan Grebeg Syawal dan ditanam di sekitar kandang, ayamnya pulih kembali dan dapat berjalan seperti semula.
"Saya selalu mengajak anak dan istri saya agar nanti tetap bisa nguri-uri kebudayaan dan bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya juga," paparnya.
Dariman (53) dari Sewon, Bantul pun menyatakan hal sama. Menurutnya, gunungan Grebeg Syawal dapat memberikan berkah baginya dan keluarganya. Untuk itu ia tak pernah absen berebut gunungan Keraton Yogyakarta.
"Setiap ada grebeg, saya selalu ikut untuk mengalap berkah. Setelah dapat ubarampe gunungan, saya merasa lebih tenteram," jelasnya.
Ia yang pada Grebeg Syawal kali ini mendapatkan berbagai sayuran dan ubarampe lain, akan menggunakannya untuk keperluan di sawah.
"Nanti saya taruh di aliran air di sawah agar bisa menjadi penolak bala. Semoga saja panen nanti berhasil dan tidak kena hama," harapnya.(*)