Pembatasan BBM Subsidi

SPBU Magelang Kehabisan Stok Solar

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota dan Kabupaten Magelang kehabisan stok bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota dan Kabupaten Magelang kehabisan stok bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi. Hal itu terjadi sejak beberapa hari lalu, lantaran pasokan solar bersubsidi dari Pertamina dikurangi menjadi dua persen atau hanya delapan ribu liter per hari.

Sejumlah SPBU bahkan memasang tanda “Mohon Maaf solar subsidi hari ini habis”. Seperti di SPBU 4456115, Cacaban, Kota Magelang tanda tersebut masih terpasang hingga Rabu (27/3/2013).

“Sejak dua hari ini Bio Solar habis. Karena dari Pertamina masih dibatasi, “ jelas Staff Administrasi Kupon, SPBU 4456115, Elisa, Rabu (27/3/2013).

Ia menjelaskan, akibat pembatasan solar bersubsidi ini pernah terjadi hanya saja tidak terlalu panjang. Diakui Elisa, adanya pembatasan ini juga berdampak pada distribusi yang mandek. Jika pada skala normalnya pihaknya menebus 16 kiloliter, pada sehari berikutnya pesanan sudah bisa dikirim ke SPBU tersebut.

“Namun, karena pembatasan ini, meski sudah ditebus pengiriman sengaja ditahan sementara,” jelasnya.

Ia menambahkan pada Rabu (27/3/2013) sore nanti, solar bersubsidi sudah akan mulai didistribusikan kembali. Dengan adanya distribusi tersebut, dimungkinkan akan terjadi banyak antrean kendaraan, lantaran sudah beberapa hari ini stok bio solar habis.

Kondisi serupa juga hampir terlihat di setiap SPBU sepanjang jalan Yogyakarta-Magelang. Pengawas SPBU Japunan, Kecamatan Mertoyudan, Okta Kurniawan menjelaskan kekosongan stok solar terjadi setiap pagi. Sementara kiriman solar hanya terjadi pada malam hari.

“Namun langsung habis dalam waktu tujuh jam, lantaran tingginya penggunaan solar oleh aktivitas penambangan dan pengangkutan pasir seperti truk dan alat berat,” jelasnya.

Hal ini diakuinya sejak Pertamina membatasi kuota solar bersubsidi dari empat persen kini menjadi dua persen atau dari enam belas ribu liter menjadi delapan ribu liter. Meski banyak terjadi kekosongan stok solar, tidak terjadi antrean panjang pengisian solar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved