Eksklusif: Bisnis Kecantikan Ilegal

Elfie Rela Rogoh Rp 30 Juta untuk Rawat Kecantikan

Ia membeli paket perawatan suntik di sebuah klinik kecantikan ternama di Yogyakarta seharga Rp 1,5 juta per sekali suntik.

Tayang:
Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sosialita Kota Yogya, Elfie Khestanon, pernah mencoba suntik whitening Michael Jackson (MJ). Ia membeli paket perawatan suntik itu di sebuah klinik kecantikan ternama di Yogyakarta seharga Rp 1,5 juta per sekali suntik.

Hanya saja, ia menggunakan jasa layanan pribadi untuk mendatangkan perawat ke rumah. "Saya sudah pernah sampai 15 kali suntik, tapi tidak saya lanjutkan karena lambung saya tidak kuat," ucap pengusaha properti ini.

Suntik MJ, menurutnya bisa memberikan efek cerah di kulit. Ia melakukan suntik seminggu sekali, dilakukan secara rutin. Dan kalau sudah 10 kali, terus dilanjutkan dengan maintenance sebulan sekali.

Setelah suntik MJ, kulit terlihat segar dan bersih. Tapi kalau perawatannya berhenti, maka kulit akan kusam dan tidak cerah lagi.

"Saya sudah menghabiskan Rp 30 juta untuk suntik whitening. Tetapi sekarang tidak saya lanjutkan lagi karena ada masalah di lambung. Sekarang cuma pakai lulur kristal satu cepuk untuk dipakai dua minggu, harganya satu setengah juta," ucapnya belum lama ini.

Sosialita lain, Wiwin Fitriana (40), juga sudah tujuh tahun melakukan perawatan suntik pemutih. Bahkan, hasilnya sudah bisa ia rasakan, wajah menjadi tampak putih, cerah dan segar. "Wajah pastinya lebih cerah, lembab dan tingkat kekenyalannya bagus," ucapnya.

Wiwin mengaku membeli produk perawatan kecantikan itu langsung ke dokter yang memiliki klinik di Jakarta. Ia hanya membeli berupa ampul ampul yang berisikan obat whitening dan vitamin C.

Setelah paket diterima, ia menggunakan jasa seorang dokter atau perawat untuk menyuntikkan di rumahnya. Soal harga, Wiwin merahasiakan. Tiap suntik ada pilihan harganya, mulai dari yang murah sampai mahal, jadi tinggal menyesuaikan kantong masing masing.

"Duh kalau harga jangan ya mbak. Nanti saya bisa kena marah suami," ujarnya. Cara bekerja obat tersebut harus disuntikkan melalui intravena (pembuluh darah) dan intramuskuler (jaringan otot), baik lewat pantat atau lewat lengan kiri.

Wiwin kerap membeli obat yang berlainan jenis, dan setiap pembelian selalu dikonsultasikan pada dokter.  Sewaktu awal melakukan suntik, ia hanya memakai enam ampul yang disuntikan seminggu sekali.

Lalu setelahnya ia hanya melakukan maintenance sebulan atau dua bulan sekali. "Kalau sekarang tidak serutin dulu, paling suntiknya cuma sebulan sekali," ucap pemilik usaha Mataram Batik yang gerai pamernya ada di Malioboro ini.

Wiwin sebetulnya sudah menyadari efek samping dari suntik whitening tersebut, semisal membuat lambung dan ginjal sakit. Meski begitu, Wiwin tetap melakukan suntik untuk kecantikan, tetapi diimbangi minum air putih yang banyak untuk mengurangi efek sampingnya.

Selain itu, pola makan harus dijaga. Dan diusahakan tidak terkena sinar matahari langsung karena efeknya tidak baik buat kulit. "Sejauh ini alhamdulillah saya belum terkena dampaknya, karena saya menuruti anjuran dokter," ucapnya

(Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved