Smart Woman

Emosi Harus Stabil saat Berkuda

Olahraha berkuda telah menjadi gaya hidup baru bagi Dheane Putri (23) sejak 5 bulan terakhir ini.

Penulis: tea | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -   Olahraha berkuda telah menjadi gaya hidup baru bagi Dheane Putri (23) sejak 5 bulan terakhir ini.  Menurut dia menunggang kuda perlu keserasian dan harmonisasi olah gerak kuda dengan penunggangnya. Dari pergerakan harmonisasi inilah unsur olahraganya menguras tenaga dan kelenturan tubuh baik kuda juga penunggangnya. Selain prinsip dasar olahraga itu sendiri yaitu sportivitas.

"Masyarakat awam menilainya hanya kudanya yang berolahraga dan cape, tapi  kenyataannya penunggangnya diperlukan ketahanan fisik, kesabaran, ketelatenan dan konsentrasi yang tinggi," ucap Dheane kepada Tribun Jogja, pekan lalu.

Itulah sebabnya, saat menunggang kuda, Mahasiswa Magister Manajemen UGM ini harus memiliki emosi yang stabil. Kondisi tubuh pun tidak boleh sedang lelah.  Sebab kalau tidak akan mempengaruhi konsentrasi dalam menunggang, bahkan bisa mempengaruhi emosi kuda tersebut. "Seperti sudah ada ikatan batik dengan kuda, jadi kuda juga bisa merasakan, kita siap atau tidak menunggang," ujar Dhea sapaannya.

Dhea rutin berlatih setiap akhir pekan di Pikatan Stable, Gedongkuning, Yogyakarta. Di tempat berlatih tersebut, ia belajar menunggang kuda yang terdiri dari tunggang serasi (dressage), lompat rintangan (show-jumping), perpaduan antara tunggang serasi dengan lompat rintangan (eventing) , dan ketahanan fisik (endurance).

Menurutnya berlatih kuda punya banyak manfaat bagi kesehatan seperti bisa membentuk tubuh, punggung. Bagi penderita autis olahraga ini bisa menjadi salah satu terapi yang manjur. "Dulu badanku agak bungkuk, tapi sekarang lumayan tegak, dan bisa bikin perut lebih langsing," ucap gadis kelahiran 4 September 1989 ini

Menurut Dhea, berkuda adalah olahraga yang menyenangkan. Rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya saat sudah berada di atas kuda.Saat mengendalikan  kuda ia mengatakan untuk tidak memberhentikan kuda mendadak, karena akan membuat kuda kaget, dan penunggangnya terjatuh. "Untung sampai saat ini aku belum pernah jatuh saat menunggang, dan jangan sampai jatuh deh," ujarnya.

Saat latihan pun, Dhea juga memakai perlengkapan untuk menunggang kuda seperti celana khusus, body protector, boots, sarung tangan, spore (buat di kaki) dan  helm. Tentunya, kostum olahraga berkuda mahal. Rata-rata harga perlengkapan berkuda itu bisa ratusan hingga jutaan.

"Apalagi di Yogya belum ada toko khusus untuk perlengkapan berkuda, jadi harus hunting di Jakarta," ujarnya. (*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved