Smart Woman
Annisa Hobi Berkuda Sejak SD
Olahraga berkuda terkesan olahraga yang eksklusif pun terkesan mahal. Padahal tidak demikian kenyataannya.
Penulis: tea | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Olahraga berkuda terkesan olahraga yang eksklusif pun terkesan mahal. Padahal tidak demikian kenyataannya.
Berkuda tak harus memiliki kuda sendiri, juga bukan olahraga yang sulit untuk dilakukan asalkan dibimbing pelatih yang berpengalaman. Awal memulai olahraga berkuda harus menggunakan kuda yang aman ditunggangi oleh pemula.
Pehobi olahraga berkuda Annisa Hanan (16) meyakini olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari passion-nya. Annisa sudah mulai suka dengan olahraga ini sejak kelas 4 SD. Awalnya sang bunda mengenalkan Annisa pada sahabatnya yang penggemar kuda. Meski awalnya takut menunggang kuda, kini Annisa sudah bisa lihai mengendalikan hewan kesayangannya itu di area pacuan kuda.
Saat ditemui di Pikatan Stables, Jalan Karangsari Wetan, Gedong Kuning, Yogyakarta, Annisa sedang memacu kudanya dengan antusias. Annisa tampak sangat menikmati lompatan-lompatan rintangan dengan tangkas. Tubuhnya berkeringat usai olahraga berkuda, wajahnya tampak fresh dan berseri. "Rasanya nikmat banget bisa berkuda, badan benar-benar fresh," ujar Annisa, kepada Tribun Jogja.
Siswi kelas 2 SMAN 9 Yogyakarta ini sudah sering menjuarai berbagai perlombaan olahraga berkuda, di Yogyakarta dan Jakarta. Meski sering menang dalam lomba, Annisa mengaku tak mau jadi atlet berkuda. Itu karena menurutnya berat dan perlu banyak waktu untuk menekuni bidang ini.
"Buat kesenangan aja, pas lagi sibuk urusan sekolah, biasanya berhenti dulu, tapi gak lama, soalnya suka kangen kalau gak naik kuda," ujar cewek kelahiran 21 Maret 1996 ini.
Tanggapan teman-teman sekolah Annisa pun positif dengan olahraga yang ditekuni Annisa. Ketika ia mengajak teman-temannya untuk gabung di olahraga tersebut, ada yang mau tapi ada yang enggan. Alasannya karena memang olahraga ini eksklusif. "Banyakan gak tertarik, trus ada yang pengen tapi takut jatuh, jadi gak ada yang bertahan," ujarnya. (*).