MU vs Liverpool

Laga Pertaruhan Harga Diri

Stadion Old Trafford akan membara.

Editor: Rina Eviana Dewi

TRIBUNJOGJA.COM, MANCHESTER - Stadion Old Trafford akan membara. Markas Manchester United itu akan disambangi musuh bebuyutan mereka, Liverpool, Minggu (13/1). Pertemuan ke-160 kedua kubu di Liga Primer ini tidak akan berubah, selalu ketat, panas, dan emosional. Ada pertaruhan harga diri dalam duel dua klub sepak bola paling sukses di Inggris ini.

”Pertandingan melawan Liverpool tidak pernah berubah. Ini selalu menjadi pertandingan yang sangat penting, ketat, emosional,” ujar Manajer Manchester United (MU) Sir Alex Ferguson.

MU kini di atas angin. Mereka sudah melampaui pencapaian Liverpool dengan 19 kali menjuarai Liga Primer. Dominasi MU berlanjut hingga musim ini dengan mengandaskan Liverpool 2-1 di Anfield, September tahun lalu.

Di tangan Ferguson, penampilan MU terus menanjak hingga melampaui pencapaian Liverpool yang 18 kali menjuarai Liga Primer. Liverpool terakhir kali menjuarai Liga Primer pada musim 1989/1990. Era keemasan mereka pada 1970-an hingga 1990-an telah berakhir.

Namun, Liverpool tidak pernah menjadi lawan yang mudah bagi MU. Sejarah persaingan mereka yang kerap memunculkan kontroversi menjadi bahan bakar yang mengobarkan motivasi para pemain untuk tampil maksimal.

Van Persie vs Suarez

Musim ini, Liverpool bukan saingan MU dalam perebutan juara Liga Primer. Liverpool jauh di peringkat kedelapan dan terpaut 21 poin dari MU yang memimpin klasemen. Namun, atmosfer pertandingan tetap ketat oleh persaingan dua ujung tombak paling subur di Liga Primer, Robin van Persie dan Luis Suarez.

Van Persie yang menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primer dengan 16 gol, satu gol lebih banyak daripada Suarez, menjadi pemain paling penting bagi MU. September lalu, gol Van Persie membawa MU unggul 2-1 atas Liverpool di Anfield. Gol yang dia cetak dalam 13 laga juga sangat menentukan bagi MU. Van Persie membuktikan bahwa dirinya layak atas setiap sen dari transfer 24 juta poundsterling (sekitar Rp 372 miliar) dari Arsenal.

Bomber berusia 29 tahun itu akan memaksa Daniel Agger dan Martin Skrtel lebih disiplin di jantung pertahanan. Van Persie tidak banyak berlari, tetapi saat ia menemukan waktu yang tepat untuk melakukannya, Liverpool berada dalam masalah besar.

Namun, Liverpool juga memiliki ”pembunuh berdarah dingin” yang pekan ini menjadi sumber kontroversi. Suarez dengan 15 gol di Liga Primer kembali menjadi bahan pembicaraan karena mencetak gol menggunakan tangannya saat mengalahkan Mansfield Town 2-1 di Piala FA.

Pemain serang tim nasional Uruguay ini akan mendapat sambutan yang panas dari suporter tuan rumah. Ia pernah berada dalam pusaran kasus penghinaan rasial terhadap Patrice Evra.

”Anak itu sarat dengan kontroversi,” ujar Ferguson.

Namun, Ferguson tidak akan mempermasalahkan kontroversi Suarez. Ia akan lebih mengkhawatirkan lini belakang MU yang masih rapuh meskipun Nemanja Vidic sudah pulih dari cedera dan tampil penuh.

Ancaman dari Liverpool akan semakin besar karena Steven Gerrard akan kembali ke posisi alaminya, bergerak lebih ke depan karena Lucas Leiva sudah pulih dari cedera. Gerrard belum menemukan permainan terbaiknya dalam 21 laga di Liga Primer. Ia tampil lebih ke belakang untuk melindungi pertahanan. Musim ini dia baru mencetak empat gol di Liga Primer.

”Namun, sekarang Lucas telah kembali. Ia memberikan kesempatan bagi saya untuk lebih sering maju. Semoga saya bisa menambah gol dalam penampilan saya,” kata Gerrard.

Manajer Liverpool Brendan Rodgers menilai, masalah terbesar dalam timnya adalah konsistensi permainan. Hanya saja, Liverpool perlahan menuju permainan terbaiknya. Tujuh kemenangan dalam sembilan laga terakhir bisa jadi indikasi awal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved