Pilpres AS

Apa Arti Swing States, Split Vote, dan State by State?

Tahun ini, Negara Bagian Ohio, Florida dan Virginia, serta North Carolina, Pennsylvania, Wisconsin, Iowa, dan New Hampshire menjadi incaran.

Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki hiruk pikuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS), terdapat berbagai istilah yang cukup awam bagi masyarakat Indonesia. Untuk memahami istilah-istilah tersebut, berikut dipaparkan deskripsinya:

RACE TO 270
Presiden AS tidak dipilih berdasarkan suara rakyat tetapi oleh Electoral College. Jumlah suara Electoral College per negara bagian kira-kira sebanding dengan populasi negara bagian itu. Negara Bagian California adalah yang terbesar, dengan 55 suara. Secara total, ada 538 suara Electoral College. Maka, untuk  mengamankan kursi Gedung Putih, seorang calon harus meraih 269 suara plus satu demi kemenangan mayoritas. Itulah yang disebut Race to 270.

Partai Demokrat mulai pemilihan kali ini dengan keuntungan karena banyak negara bagian yang padat  penduduknya, seperti California dan New York, merupakan basis Partai Demokrat. Menurut analisa situs Real Clear Politics, Partai Demokrat dari Presiden Barack Obama memulai kampanye dengan 201 suara, penantang dari Partai Republik, Mitt Romney, mengantongi 191 suara.

SWING STATES
Dengan hitungan di atas, berarti tinggal 11 negara bagian yang diperebutkan (swing states). Dari 11 itu, yang paling berharga adalah negara bagian dengan suara electoral terbanyak di mana para calon bersaing ketat. Tahun ini, Negara Bagian Ohio, Florida dan Virginia adalah yang paling penting, serta North Carolina, Pennsylvania, Wisconsin, Iowa, dan New Hampshire.

SPLIT VOTE
Hal ini juga berarti bahwa ada kemungkinan untuk kalah dalam meraih suara rakyat tetapi tetap memenangkan pemilu. Dengan Obama memimpin perhitungan suara Electoral College sejauh ini, tapi bersaing ketat dalam berbagai jajak pendapat nasional, banyak orang menduga hal itu akan bisa terjadi tahun ini (kalah dalam meraih suara rakyat tetapi tetap memenangi kursi Gedung Putih).

KONGRES
Orang Amerika tidak hanya memilih presiden mereka pada Selasa pagi ini (Selasa malam waktu Indonesia). Sekitar sepertiga dari anggota Senat akan dipilih, serta semua anggota DPR. Sejumlah prediksi awal menunjukkan, Partai Demokrat akan mempertahankan kontrol mereka di Senat, sebaliknya Partai Republik akan mempertahankan cengkeramannya di DPR. Hal itu memicu kekhawatiran bahwa gridlock di legislatif seperti saat ini berlajut, tak peduli siapa pun yang akan meraih kursi Gedung Putih.

TRANSFER OF POWER
Jika Romney memenangkan pemilu, ia segera akan menjadi presiden terpilih, tetapi tidak memiliki kekuasaan eksekutif resmi sampai dilantik. Ia akan dilantik dan mengambil sumpah jabatan di Washington, DC pada siang hari tanggal 20 Januari 2013.

Untuk menjalankan roda pemerintahan antara terpilihnya presiden baru dan pelantikan, presiden terpilih secara tradisional akan menunjuk seorang pemimpin transisi guna mengelola tugas-tugas administrasi selama masa transisi kekuasaan. Seorang Kepala Staf Gedung Putih akan diumumkan dan sekretaris kabinet akan dicalonkan, meskipun mereka harus disetujui oleh suara mayoritas di Senat AS, yang tidak dapat terwujud hingga tahun baru.

STATE BY STATE
Warga Amerika juga akan melakukan pemungutan suara pada sejumlah referendum, serta bagi negara bagian, daerah dan bahkan untuk sejumlah posisi dewan sekolah. Diperkirakan sejumlah orang butuh waktu 45 menit hanya untuk mengisi surat suara mereka.

(Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved