Teroris di Solo

Warga Diminta Menjauh Karena Diduga Ada Bom

Lokasi penggrebekan rumah terduga teroris dijaga ketat oleh aparat TNI dan Polri bersenjata lengkap.

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Lokasi penggrebekan rumah terduga teroris dijaga ketat oleh aparat TNI dan Polri bersenjata lengkap. Warga sekitar yang berada di sekitar rumah Badri Hartono, terduga teroris yang terletak di Griyan RT 5 RW 10 Pajang, Laweyan  diminta menjauh.

Warga diminta menjauh karena rumah tersebut diduga terdapat bahan peledak. Badri sendiri ditangkap oleh Densus pada Sabtu (22/9/2012) sekitar pukul 05.30. "Saya kaget tiba-tiba banyak polisi datang. Mereka menyuruh warga keluar rumah. Katanya ada bom," kata Indri, warga setempat yang rumahnya tepat berada di depan rumah Badri.

Oleh polisi, warga sekitar diminta menjauh ratusan meter. Lokasi rumah Badri dilokalisir dengan pemasangan garis polisi. Selain rumah Badri, rumah lainnya yang digeledah adalah rumah Baidi. Baidi adalah adik ipar Badri yang rumahnya bersebelahan.

Meski diminta menjauh, warga tetap nekad mendekat ke rumah tersebut. Mereka penasaran karena para aparat terlihat sibuk memeriksa setiap bagian. Petugas sempat kuwalahan meminta warga menyingkir karena jumlah yang datang semakin banyak.

Indri mengatakan, Badri dikenal sebagai sosok yang pendiam. Meski sopan, namun Badri jarang bersosialisasi dengan warga lain. Sehari-hari, Badri memelihara burung parkit yang kemudian dijual lagi. "Saya malah baru tahu kalau yang ditangkap adalah Pak Badri," katanya kaget. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved