Lebaran 2012

Pemudik Berdatangan, Macet Jakarta Pindah ke Yogya

Pertama di area Abu Bakar Ali dengan kapasitas lebih kurang 30 bus. Di area parkir Ngabean kapasitasnya 50 bus

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta diprediksi akan padat kendaraan baik dari dalam mapun luar kota saat lebaran. Selain antisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan, ketersediaan kantong parkir pun menjadi perhatian pemerintah setempat.

Peta perparkiran berdasarkan hasil koordinasi Dinas Perhubungan dan instansi terkait lain, Kamis (16/8/2012), menunjukkan setidaknya 3 titik parkir utama di sekitar Malioboro. Pertama di area Abu Bakar Ali dengan kapasitas lebih kurang 30 bus. Di area parkir Ngabean kapasitasnya 50 bus, sedangkan di lokasi parkir Senopati mampu menampung 40 bus.

Jika lokasi parkir utama itu tak mampu menampung kendaraan pengunjung saat lebaran, maka lokasi parkir lain disiapkan. Antara lain pemanfaatan alun-alun utara sebagaimana biasa saat event-event tertentu.

 Dua area parkir lain yang telah dikoordinasikan untuk dimanfaatkan adalah komplek PLN dan Kedaung Jl Mangkubumi. Dua lokasi terakhir itu juga tak jauh dari pusat keramaian Malioboro. Dengan demikian pengunjung tetap memiliki alternatif strategis untuk memarkir mobilnya di lokasi itu.

Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Tri Hastono mengatakan, selain itu ada pula area parkir selatan Pasar Beringharjo atau timur Pasar Sore. Jika tidak di lokasi itu, pengunjung dapat memanfaatkan lahan parkir swasta yang disediakan beberapa toko dan swalayan. Itu terutama di sepanjang Jl Malioboro yang biasa dipadati pengunjung.

"Misalnya depan Ramai dan Malioboro Mall kan ada juga," ungkapnya.

Harapannya, lokasi yang ada dapat dioptimalkan sehingga tidak sampai memunculkan kantong parkir baru terutama di tepi jalan umum. Munculnya kantong parkir baru di tepi jalan umum dilarang karena bukan tidak mungkin menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Sebab itu timnya akan melakukan pemantauan dan penertiban jika diperlukan. Intinya parkir yang ada akan tetap dimanfaatkan, hanya ditata agar tidak mengurangi lebar jalan. Dia menegaskan, jangan sampai ada area baru atau muncul lahan parkir baru di tepi jalan umum.

"Strategi di lapangan nanti tetap kami koordinasikan dengan beberapa pihak terkait, baik dinas maupun paguyuban parkir," katanya.

Untuk beberapa obyek wisata, dia mengaku akan fokus pada perparkiran di Gembiraloka. Pasalnya, di antara obyek wisata lainnya yang ada, kebun binatang itu paling banyak dikunjungi wisatawan saat lebaran. Beberapa obyek lainnya tetap akan dipantau dan penanganannya bersifat situasional atau menyesuaikan kondisinya padat atau tidak.

Kasi Optimalisasi Parkir Dishub Kota, Tri Haryanto menambahkan, selain area parkir tersedian di seputaran Malioboro, di setiap lokasi umum atau perbelanjaan dipastikan juga tersedia lahan parkir. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi beberapa swalayan atau pertokoan di luar kawasan Malioboro yang biasa dipadati pengunjung saat lebaran.

Salah satunya adalah Sakola, pusat busana di selatan Wirobrajan. Perparkiran di lokasi tersebut saat tertentu mengancam badan jalan raya. Agar tidak menyebabkan macet, dia mengkoordinasikan penanganannya dengan kecamatan setempat. Sementara, beberapa tempat lain yang juga dikhawatirkan padat antara lain Pasar Legi di Jl Bugisan, Pasar Klitikan di Jl Hos Cokroaminoto, dan Pasar Kranggan sisi barat perempatan Tugu.

"Beberapa lokasi parkir itu kami koordinasikan dengan pengelola yang berwenang. Misal di persil pasar yang menangani juga pasar itu," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved