Joki Ujian

UGM Telusuri Keterlibatan Orang Dalam

Sampai kemarin (16/7/2012), Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya mengusut tuntas dan mencari akar permasalahan praktik perjokian

Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sampai kemarin (16/7/2012), Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya mengusut tuntas dan mencari akar permasalahan praktik perjokian, yang terbongkar saat Ujian Masuk Program Internasioanl (UMPI) Fakultas Kedokteran. Langkahnya pun makin kongkret, yakni membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), yang di antara tugasnya, akan mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam.
Ketua TPF UGM, Iwan Dwiprahasto, menuturkan, pihaknya sudah bekerja mulai Senin (16/7/2012). Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan eksplorasi data serta sistem yang ada di panitia seleksi masuk UGM.

Menurut Iwan, praktik perjokian yang terbongkar Jumat (13/7/2012) lalu itu, tak bisa dianggap kecolongan. Sebab, sama sekali tidak ada kesalahan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) dari tim pengawas ujian. "Lagipula kami melihat kecil sekali kemungkinan ada kebocoran soal dalam kecurangan tersebut, jadi memang pelaku kecurangan dalam hal ini lebih canggih," tuturnya kepada wartawan, di ruang sidang pimpinan UGM, Senin (16/7/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, akan memeriksa kembali kemungkinan titik lemah sistem pendaftaran dan verifikasi peserta. Termasuk menelusuri potensi keterlibatan oknum internal.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kemungkinan keterlibatan aktor intelektual di balik praktik tersebut. Karena itu, ia akan memulai kerja dengan memeriksa data dari awal. "Kami akan periksa berbagai kemungkinan yang ada, bukan tak mungkin memang ada keterlibatan warga dalam," imbuhnya.
Pria yang juga menjabat Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan dan Skademik ini belum dapat memastikan tenggat waktu kinerja tim yang dipimpinnya tersebut. Namun ia berupaya akan menyelesaikan tugasnya sebelum pengumuman hasil UMPI Fakultas Kedokteran, pertengahan Agustus mendatang.
"Sebelum Lebaran akan kami usahakan selesai, dan kami juga akan susun rekomendasi ke majelis rektor serta bahan tambahan untuk polisi," tutur Iwan.
Rektor UGM, Prof DR Pratikno, menegaskan, pihaknya serius mengusut tuntas praktik perjokian yang melibatkan 52 orang tersebut. "Siapapun itu, baik mahasiswa ataupun civitas akademika lainnya yang terbukti terlibat, akan kami berikan sanksi tegas, termasuk dikeluarkan," tandasnya.

Ditambahkan, pihaknya sangat mendukung segala upaya polisi dalam mengusut kasus tersebut hingga hulu. Dan ia juga berharap polisi memberikan sanksi tegas pada pelaku yang benar-benar terbukti bersalah. "Kalau melihat sikap dan modusnya, ini merupakan tindakan kolektif yang telah terencana," paparnya.
Adapun Dekan FK UGM, Titi Savitri Prihatiningsih, tak akan membatalkan hasil UMPI di kampusnya. Pengumuman hasil ujian tersebut juga tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal semula. "Yang otomatis gugur hanyalah 52 orang kemarin, sementara yang lain tetap akan kami proses secara normal," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved