Eskavasi Situs Liyangan

Tim Eskavasi Gali Lima Titik

Situs Liyangan tergolong amat kompleks. Ada area peribadatan, permukiman, dan pertanian jaman Mataram Kuno

Penulis: had |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mukh Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Dalam eskavasi kali ini ada lima titik yang digali. Dua titik diantaranya dengan menelusuri pagar candi ke arah barat sampai sekitar 80 meter yang belum ketemu ujungnya.

Titik ketiga penggalian dilakukan dengan menelusuri tangga halaman candi dimana ada dua saluran air. Kemudian pihaknya mencari di balik jalan, lalu menemukan tangga dan selasar lagi. Hanya saja pihaknya belum mengetahui selasar tersebut akan berujung dimana.

Titik penggalian keempat dengan menelusuri struktur boldes atau batu-batu bulat yang diduga merupakan pagar atau talut. Sedangkan titik galian kelima dengan menelusuri pagar luar.

"Situs Liyangan tergolong amat kompleks. Ada area peribadatan, permukiman, dan pertanian jaman Mataram Kuno," kata Ketua Tim Penelitian Situs Liangan, Sugeng Riyanto.

Indikasi adanya area peribadatan, kata dia, terlihat dari temuan candi dan pagar candi. Area permukiman nampak dari temuan arang-arang kayu, arang bambu, arang ijuk yang setelah direkonstruksi membentuk rumah-rumah panggung. Di sekitarnya juga ada temuan arang vegetasi purba.

Sedangkan area pertanian terindikasi dari adanya temuan talut tebing, juga di ada sekitar 11-12 yoni yang mandiri. semua temuan yang mengindikasikan area pertanian itu terdapat di bagian atas, sekitar 300 meter sebelah barat temuan candi setelah melalui sungai. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved