Mafia Lukisan Palsu

Jika Hendak Beli Lukisan Tanyakan Asal Usul

Pemilik galery Javadesindo Art di Dusun Doyong, Gemolong, Sragen, Heno Airlangga, mengungkapkan, sindikat peredaran lukisan palsu

Tayang:
Penulis: bbb | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono Budiastyo

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemilik galery Javadesindo Art di Dusun Doyong, Gemolong, Sragen, Heno Airlangga, mengungkapkan, sindikat peredaran lukisan palsu karya para maestro melibatkan seniman lukis, galery dan marketing. Sasaran mereka biasanya kolektor baru, dimana pengetahuannya tentang lukisan minim. Kolektor baru ini biasaya belum bisa membedakan lukisan asli dengan asli tapi palsu (aspal)

Heno yang mengaku sering berburu lukisan ke berbagai kota sering menemui lukisan aspal yang oleh penjualnya dikatakan asli. Lukisan aspal itu adalah karya-karya pelukis maestro terkenal yang harganya fantastis dan banyak dicari kolektor. "Peredaran lukisan aspal sudah merata di berbagai kota di Indonesia.  Mata rantai sindikat pemalsu lukisan bekerja secara teroganisasi," katanya.

Meski begitu, ada lukisan aspal yang memang sah diperjual belikan. Istilahnya adalah lukisan KW (repro). Dimana ada KW1, KW2, atau KW3. "Lukisan KW harganya lebih murah, biasanya harganya separo lukisan asli. Tapi untuk KW2 atau KW3 malah lebih murah lagi," ujarnya.

Agar tak tertipu, Heno memberikan tips bagi para kolektor. Jika hendak membeli lukisan, sebaiknya tanyakan asal usul. Jika tak jelas garis historisnya, maka patut dicurigai palsu. Hal lain adalah menanyakan sertifikat. Lukisan yang asli biasanya dilengkapi sertifikat lukisan. "Perhatikan karakter dan ciri khas tanda tangan pelukisnya yang sering kali juga dipalsukan," katanya.

Namun untuk membedakan asli atau palsu, idealnya memang harus menggunakan kurator. Hal ini juga Heno lakukan jika memutuskan akan membeli lukisan dari seseorang. Ia biasanya meminta empat orang kuratornya untuk memeriksa. Lukisan yang jual Heno berkisar Rp 200 juta hingga Rp 3 miliar.  

Ia menjual lukisan abstrak karya maestro Affandi, Basuki Abdullah, Sudjojono. Ada pula lukisan asli pelukis luar negeri yakni Isaac Israel, M Steckenbach, Lee Man Fung, hingga Le Mayeur. "Tidak mudah mendapatkan lukisan lukisan tahun 1800 an hingga 1900 an," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved