Babak Baru Keraton Solo
Sempat Terjadi Keributan Kecil
Meski pada pelaksanaan Jumenengan Keraton Solo berjalan lancar
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Meski pada pelaksanaan Jumenengan Keraton Solo berjalan lancar. Namun saat akan masuk Sasono Sewoko, sempat terjadi keributan kecil. Saat itu, GPH Madukusumo, putra PB XII lainnya, yang ikut dalam rombongan Tedjowulan hendak ikut mendekat ke Hangabehi yang duduk di singasananya. Namun langkahnya dicegat oleh GKR Retno Dumilah, yang tak lain adalah kakaknya. Sempat terjadi adu mulut, namun tak berlangsung lama dan suasana kembali kondusif.
“Saya tadi sebenarnya ingin bilang ke Sinuhun untuk mohon maaf karena rombongan datang agak terlambat,” kata Madukusumo. Di Sasono Sewoko, Tedjowulan duduk di bersilau di samping kiri Hangabehi yang duduk di Dampar, singgasana raja. Di situ juga Tedjowulan melakukan sungkem pada Hangabehi. Setelah itu, keduanya menyaksikan tari Bedhaya Ketawang yang dibawakan 9 penari.
“Saya sangat bersyukur jumenengan bisa berjalan lancar. Selanjutnya kita akan berembug dengan seluruh keluarga keraton untuk bersama membangun keraton,” kata Tedjowulan seusai jumenengan. Pasca jumenengan, ia akan lebih banyak meluangkan waktu di dalam keraton. Bahkan ia ingin tinggal menetap di keraton bersama Hangabehi. (*)