Babak Baru Keraton Solo
Pengangkatan Putra Mahkota Hak Prerogatif Hangabehi
GPH Purboyo adalah anak tunggal Hangabehi dari permasurinya saat ini.
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - GPH Purboyo adalah anak tunggal Hangabehi dari permasurinya saat ini. Dalam tatanan keraton, anak laki-laki dari permaisuri sangat berpeluang besar untuk menjadi putra mahkota. Saat disinggung apakah pengangkatan putranya menjadi GPH Purboyo untuk dijadikan putra mahkota, Ratu Pakoe Boewono tak mau banyak komentar.
Ia pun tak mau mengait-ngaitkan hal itu karena memang Hangabehi saat itu tak mengatakan langsung secara lisan bahwa anaknya akan menjadi putra mahkota. Apalagi, siapa yang akan menjadi putra mahkota adalah hak prerogatif dari raja untuk menunjuk siapapun. “Kalau soal itu, sebaiknya tanyakan langsung pada Sinuhun. Saat pengangkatan tadi, sinuhun tak bilang seperti itu (putra mahkota),” katanya.
Sebelum menikah dengan istrinya saat ini yang telah menjadi permaisuri, Hangabehi telah menikah sebanyak dua kali. Namun kedua istrinya itu telah lama diceraikan. Dari istri pertama, KRAy Endang Kusumaningdyah, Hangabehi dikarunia tiga anak yang seluruhnya adalah perempuan. Mereka adalah GKR Timur, GRAy Devi Leliana Dewi, serta Gray Dewi Ratih.
Dari istri kedua, Winarti, Hangabehi dikarunia tiga orang anak. Mereka adalah GRAy Sugih (meninggal dunia), GPH Mangkubumi, serta GRAy Putri. Sebelum mengangkat permaisuri, maka anak Hangabehi yang paling berpeluang untuk menjadi putra mahkota adalah GPH Mangkubumi. Bahkan oleh Lembaga Dewan Adat, Mangkubumi sempat digadang-gadang menjadi PB XIV. (*)