Evakuasi Korban Sukhoi

Selamat Jalan Dody dan Didik....

ratusan karyawan seusai menshalatkan keduanya di dalam kantor Kompas Gramedia Group of Magazine

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, -- Fotografer Didik Nur Yusuf dan jurnalis Dody Aviantara adalah dua wartawan majalah Angkasa yang turut menjadi korban musibah jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 tepat 13 hari lalu di Gunung Salak.

Sejumlah kenangan terhadap kedua wartawan tersebut pun dibacakan oleh perwakilan rekan kerjanya di hadapan ratusan karyawan seusai menshalatkan keduanya di dalam kantor Kompas Gramedia Group of Magazine, Jalan Panjang Raya, Jakarta Barat, Rabu (23/5/2012).

Didik Nur Yusuf lahir di Magelang, 14 April, 44 tahun silam, meninggalkan seorang istri, Nur Laela (37), dan seorang anak berusia 14 tahun bernama Abdul Haris Dirgantara.

Pria yang dikenal di antara rekan kerjanya sebagai orang yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan penuh semangat ini bergabung dengan Kompas Gramedia sejak 1 Juni 1991 sebagai fotografer majalah Angkasa.

Dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki Didik, ia pun kerap mendapat tugas peliputan yang memiliki tantangan tersendiri, antara lain liputan perbatasan Timor Leste, meliput pendaratan darurat pesawat Vimmy dalam rangka keliling dunia, penerbangan dengan pesawat Swayasa rute Jakarta-Kuala Lumpur, pemotretan pertama tim aerobatik Elang Biru, liputan profil kendaraan tempur Tank Amfibi BMP 3-F Marinir SBY, serta tugas-tugas lainnya.

Hal yang paling diingat rekan kerja dari almarhum Didik adalah beliau seorang ice breaker yang andal, selalu melucu, iseng, dan mampu memberikan keceriaan tersendiri di ruang redaksi majalah tersebut.

Didik juga dikenal sebagai pencerita yang hebat. Dengan penuh kegembiraan, ia bercerita kisah-kisah dahsyat seputar liputannya di dunia dirgantara. Hal inilah yang membuktikan betapa almarhum mencintai pekerjaannya sebagai fotografer majalah Angkasa.

Dody, Si Kamus Berjalan

Kenangan yang tak terlupakan pun juga dirasakan rekan kerja terhadap jurnalis majalah Angkasa, Dody Aviantara. Pria yang lahir di Jakarta, 16 April 41 tahun silam ini pun menyisakan banyak potongan kenangan.

Dody yang meninggalkan seorang istri bernama Tety Setiyorini dan dua anak bernama Andrea Dorea Aviarini (6) dan Vittorio Veneto Setiyantara (1) tersebut bergabung dengan Kompas Gramedia sejak 1 Mei 1999 sebagai reporter di majalah Angkasa.

Pria yang dikenal sebagai pembuat model kit yang andal tersebut kerap mendapat tugas liputan yang menantang, antara lain meliput kedatangan Kapal Induk Latih asal Perancis, meliput kapal induk India, HMS Virat, meliput penembakan pertama heli tempur MI-35, meliput airshow di Singapura dan Malaysia, meliput uji coba rudal Harpoon di Laut Jawa, serta pembuatan buku 50 tahun Kopaska.

Yang membuat almarhum Dody melekat di hati rekan-rekannya, selain periang dan rendah hati, almarhum juga dikenal sebagai kamus berjalannya majalah Angkasa.

Pria yang dikenal suka membantu tersebut tahu banyak hal di dunia dirgantara.

"Sudah waktunya, Dod" merupakan kalimat yang kerap terlontar dari rekan kerjanya untuk mengingatkan almarhum agar segera pulang setelah bekerja.

Rupanya, pengetahuan yang luar biasa di dunia dirgantara didapatnya dari aktivitas membaca buku, aktivitas yang sering dilakukannya di mana pun ia berada.

Pelajaran berharga yang ditangkap rekan-rekannya adalah ia merupakan pembelajar sejati.

Kini, seluruh peristiwa lalu tentang kedua wartawan ini tinggal kenangan. Keduanya pun dimakamkan bersebelahan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dihadiri oleh ratusan pelayat.

Rasa duka, haru, sedih, semuanya diharapkan menjadi harapan. Harapan agar kedua pahlawan informasi tersebut dapat istirahat dengan tenang di sisi-Nya.

Dalam sebuah sambutan oleh seorang sahabatnya, Kasubdispenum Mabes TNI AU, Kolonel Agung Sasongkojati, sedikit mengandai-andai.

"Jika sekarang dia masih hidup dan ada di sini, mungkin kita akan ngobrol banyak, tentang apa penyebab kecelakaan ini," ujarnya.

Selamat jalan Dody, selamat jalan Didik....

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved