Evakuasi Korban Sukhoi
Yogi Samtani Pengunggah Foto Palsu Sukhoi Ketakutan
Saya ketakutan waktu baca di Tribunnews.com, Polisi mencari seseorang berinisial YS
Dalam konferensi persnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/05/2012), ia mengatakan bahwa foto tersebut ia unggah ke account twitter miliknya pada Jumat (11/5/2012) pekan lalu, dan dua jam kemudian ia hapus setelah sejumlah pengguna twitter memprotes.
Namun langkahnya terlambat, sejumlah pengguna twitter telah terlebih dahulu menggandakan foto yang Yogi dapat dari ibundanya itu, foto yang ia unggah dengan maksud untuk menunjukkan rasa belasungkawanya terhadap keluarga korban.
Foto itu bahkan sampai ke media masa, yang kemudian memberitakan fenomena beredarnya foto-foto dengan gambar dua jenazah yang mengenaskan, tergeletak agak hangus di tengah hutan tropis. Akhirnya polisi pun melacak Yogi.
"Saya ketakutan waktu baca di Tribunnews.com, Polisi mencari seseorang berinisial YS, dan saya tahu itu pasti saya," ujarnya.
Setelah berkonsultasi dengan orangtuanya, serta pengacaranya, ia kemudian memutuskan untuk mengambil sikap jantan, dengan memberanikan diri untuk melapor ke Mabes Polri, serta mengklarifikasi segala permasalahan.
Pengacara Yogi, Yahya Rasyid, dalam kesempatan yang sama menambahkan, bahwa hal yang paling menyentuh Yogi, dan membuatnya berani melapor ke Mabes Polri adalah himbauan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution.
"Yogi lihat di Media, Pak Saud minta pelaku menyerahkan diri, dan bertanggungjawab," ujarnya.
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol M.Taufik, menambahkan bahwa polisi masih terus memproses kasus Yogi, yang diduga telah menyebarkan foto palsu.
"Yogi sendiri tidak ditahan, melainkan dikenakan wajib lapor, dua kali seminggu," terangnya. (*)