Lady Gaga Dinilai Pemuja Lucifer
Penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu malah ditahbiskan sebagai seorang pemuja setan (Lucifer)
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Iwan Al Khasni
Gong sudah ditabuh, tur bertajuk "Born This Way Ball" gagal digelar 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu malah ditahbiskan sebagai seorang pemuja setan (Lucifer) melihat sepak terjangnya.
Ketua Bidang Dakwah Front Pembela Islam (FPI) Muhsin Ahmad Alattas mengatakan, aliran musik yang dibawakan Lady Gaga merupakan musik yang menyembah setan. "Kami jelas menolak karena aliran musiknya menyembah setan," kata Muhsin.
Penilaian FPI itu, disebut Muhsin, juga berdasarkan simbol-simbol tertentu yang selama ini dipakai Lady Gaga saat bernyanyi. Simbol tersebut merupakan simbol-simbol yang dikenal sebagai pemuja Lucifer.
Menurut Muhsin, Lady Gaga dikenal dengan penyanyi yang aksi panggungnya tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarakat Indonesia. "Kalau mau seperti itu, ya, silakan saja di Amerika sana, jangan di Indonesia," ujar Muhsin.
Muhsin pun mengaku prihatin dengan antusiasme masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan konser Lady Gaga. Muhsin juga menyayangkan para penggemar Lady Gaga itu justru berasal dari kalangan anak muda. "Kalau tidak ditolak berbahaya bagi penerus bangsa nantinya," ucap Muhsin.
Muhsin menolak jika disebutkan FPI memberikan tekanan kepada pihak tertentu agar konser Lady Gaga batal digelar. Menurut Husin, penolakan itu juga muncul dari Polda Metro Jaya selaku penjaga ketertiban masyarakat.
Sikap penolakan FPI ini sebetulnya bukan hal baru. Justru sebelum direncanakan tampil di Indonesia, kalangan Kristen/Katholik di Korea Selatan, Bulgaria, dan beberapa negara konservatif lainnya sudah lebih dulu bersikap nyinyir terhadap Lady Gaga.
Menjelang tur April di Korea Selatan, seminggu sebelum konser sekitar 300 orang anggota jemaat Kristen berkumpul di Seoul. Mereka menggelar misa khusus supaya penyanyi aneh itu batal manggung.
Jemaat Kristen Korsel menganggap Lady Gaga pemuja dan penyebar ajaran setan. Dia juga dinilai sebagai pencinta pornografi dan homoseksual. Lady Gaga selama ini memang mengkampanyekan hak-hak kaum homoseksual dan anti-kekerasan.
Meski ditolak, konsernya di Korea Selatan tetap berlangsung meriah. Suara anti-Lady Gaga juga bergema di Sofia, Bulgaria. Gereja Ortodoks Bulgaria menilai banyak lirik lagu dan penampilan penyanyi itu mempromosikan perbuatan dosa.
Konser di Bulgaria baru akan digelar Agustus mendatang. "Perbuatan dosa tidak patut dibanggakan," kata Uskup Znepole Yoan. Bukan kali ini saja Bulgaria menolak konser bintang pop Amerika.
Pada 2009, mereka juga menyerukan aksi boikot pertunjukan Madonna di Sofia. Namun konser Material Girls itu tetap berlangsung. Sejumlah penafsir lewat forum-forum memang menilai, ada indikasi kuat Lady Gaga seorang pemuja setan.
Setidaknya ia bersimpati dengan kelompok-kelompok populer di dunia yang dikenal anti-Kristus, pemuja setan, penyebar kesesatan. Kelompok-kelompok yang dianut Lady Gaga antara lain Asmodeus/Neophyte, Craft-practicing Witch, Perfect Pontiff, Kings, Prince, Priests, Knight of Pelican & Eagle, dan Iluminatus Dirgen.
Deretan kelompok itu terbilang elit, dan hampir sejajar Children of God. Tugas dan sasaran utama mereka agak mirip. Namun tugas mereka hanya membuat lagu-lagu, lirik, game, dan hiburan (intertaiment) masa kini yang mengandung daya tarik anak muda. (*)