Pesawat Sukhoi Hilang
Siswa SD di Solo Doakan Korban Sukhoi
Siswa SDN Nayu Barat 1 Solo, Solo berdoa bersama untuk para korban sukhoi
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Kamis (10/5) pagi, ratusan siswa
berkumpul di halaman sekolah SDN Nayu Barat I, Solo. Mereka bukan hendak
melakukan upacara bendera. Duduk bersilau membentuk setengah lingkaran, para
siswa hendak melakukan aksi berdoa bersama. Doa ditujukan puluhan korban
jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Bogor.
Ratusan siswa itu berasal dari tiga sekolahan berbeda, yakni SDN Nayu Barat I, SDN
Nayu Barat II, dan SDN Nayu Barat III. Dihadapan mereka, terpampang poster
besar bertuliskan "Doa Duka Cita Musibah Sukhoi". Aksi diawali dengan
membaca koran tentang berita hilangnya Sukhoi oleh perwakilan siswa. Dua orang
siswa yakni Ariyanti Maisyaroh dan Niti Dwi Nanda Lestari tiba-tiba maju ke
depan.
"Pesawat Sukhoi hilang di Gunung Salak. 50 Penumpang
tak jelas keberadaanya," kata Aryanti saat membaca berita di sebuah surat
kabar lokal di depan teman-temannya. Para siswa terlihat diam tertegun,
mendengarkan berita itu dibaca. Pandangan mereka tertuju pada siswa kelas 6 itu
yang seolah sedang membaca dongeng. Sekitar 8 menit, berita kecelakaan Sukhoi
selesai dibacakan.
Aksi lalu dilanjutkan doa bersama. Doa dipimpin oleh seorang guru agama. Diawali
membaca Al Fatihah bersama-sama, para siswa diminta menengadahkan tangan ke atas
saat sang guru mulai membacakan doa-doa yang disahut kata “amiin”.
Para siswa terlihat khusyu saat melakukan doa meski dibawah terik matahari. “Semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Saya tetap ingin menjadi pramugari walau mendengar berita kecelakaan ini ,” kata Aryanti.
Anik Listiyanti, Kepala Sekolah SDN Nayu Barat I mengatakan, kegiatan doa bersama itu untuk melatih rasa empati para siswa. Jika memang tak mampu membantu lewat tenaga, maka bisa menggunakan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. “Kecelakaan pesawat yang terjadi itu adalah musibah nasional. Kami ingin para siswa tahu dan bisa ikut berbelasungkawa,” katanya. (*)