Pesawat Sukhoi Hilang

Petugas ATC Ijinkan Pilot Sukhoi Kurangi Ketinggian

Petugas ATC mengijinkan pilot Sukhoi meminta ijin turun dari ketinggian 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, di Cidahu, Jawa Barat, dikarenakan pilot pesawat Sukhoi Alexander Yablontsev meminta turun dari 10.000 kaki menuju 6000 kaki. Sedangkan di dataran tinggi tersebut, pegunungan mencapai 7000 kaki.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, menjelaskan kalau Air Traffic Control  (ATC) mengijinkan pilotnya untuk turun 6000 kaki. Namun Dirjen Herry belum dapat kepastian terkait koordinasi pilot dengan ATC.

"Baru 12 menit terbang Sukhoi, dia minta turun ke 6000 kaki oleh ATC atau pengatur lalu lintas udara diperbolehkan,"ujar Herry di kantornya, Kamis (10/6/2012)

Rencananya pesawat Sukhoi Superjet 100 akan mendarat di Atang Senjaya, landasan militer di kota Bogor. Menurut Herry jika pesawat sukhoi turun 6000 kaki di landasan tersebut akan jauh lebih aman.

"Pemilihan rute Atang senjaya, landasan militer bogor. Tidak apa-apa, daerahnya kosong. 6000 kaki tidak masalah di atas Atang Senjaya,"jelas Herry.

Dalam penjelasannya semua rute yang dilalui penerbangan pesawat Sukhoi, semua koordinasi harus melalui ATC bandara Halim Perdana Kusuma."Semua fligt plane oleh sukhoi, terbang kemanapun, minta persetujuan dari ATC halim,"papar Herry. (*)
Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved