Pesawat Sukhoi Hilang

Pengamat : Shukoi Hilang Mungkin Karena "Organizational Factors"

Pengamat Penerbangan, R Hanna Simatupang, menduga hilangnya pesawat karena akibat organizational factors

Tayang:

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA
- Pengamat Penerbangan, R Hanna Simatupang, menegaskan pesawat Shukoi SuperJet 100 yang hilang di sekitar Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/5/2012), sore, merupakan pesawat yang dibuat dengan tekhnologi gabungan dari negara Amerika dan Eropa.

"Jad pastinya tidak ada hubungannya dengan persoalan tekhnologi," kata Hanna ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (10/5/2012).

Kendati demikian, menurut Hanna, kemungkinan terbesar hilangnya pesawat akibat "organizational factors" yang melibatkan pihak cockpit crews & ATC.
"Terutama dalam mengkomunikasikan flight plan," kata Hanna.

Shukoi SuperJet 100 hilang di sekitar pegunungan Salak Bogor, kemarin sore dalam ujicoba penerbangannya di Indonesia. Sejumlah perusahaan dikabarkan tertarik membeli pesawat ini. SuperJet 100 adalah pesawat jarak menengah penumpang pesawat yang dikembangkan oleh Sukhoi bekerjasama dengan perusahaan penerbangan AS dan Eropa, termasuk Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace dan Honeywell. Pesawat ini mampu membawa 100 penumpang hingga 4.500 kilometer.
Dalam SSJ awal Februari 100 menerima Sertifikat tipe dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA). Sukhoi telah menerima pesanan lebih dari 200 pesawat di berbagai negara termasuk Indonesia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved