Pesawat Sukhoi Hilang
Keluarga Didik Wartawan Majalah Angkasa Mengaku Pasrah
Dia sudah bekerja di majalah Angkasa sekitar 14 tahun
Penulis: had | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Keluarga salah seorang penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100, Didik Nur Yusuf (42) di Kota Magelang, mengaku sudah ikhlas dan pasrah atas segala kemungkinan yang terjadi.
“Ketika adik kami memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi, kami sudah siap untuk memakamkannya di Kota Magelang,” ujar kakak Didik, Noor Zamroni (57), saat ditemui di kediamannya di Gang Kresnayi 38 RT 02 RW 01, Kauman, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Kamis (10/5/2012).
Didik adalah anak ke-12 dari 13 bersaudara dari pasangan Ahmad Huzain dan Mutiana. Dia lahir, tinggal dan akhirnya meninggalkan Kota Magelang sekitar tahun 1987, untuk menempuh karir di Jakarta. Dia sudah bekerja di majalah Angkasa sekitar 14 tahun. Didik sudah berpengalaman melakukan liputan tentang pesawat dan terbang hingga ke Amerika, Jerman, dan Inggris.
Zamroni mengatakan, dia mendengar kabar bahwa Didik menjadi penumpang Pesawat Sukhoi, Rabu (9/5/2012) malam, dari salah seorang kerabat di Jakarta. Setelah itu, dia pun mencoba berkali-kali menelepon Didik, namun ponselnya selalu dalam keadaan tidak aktif. Dia pun juga belum bisa berkomunikasi dengan istri Didik, Nurlaila, karena yang bersangkutan masih dalam keadaan shock berat.
Zamroni juga mengungkapkan, komunikasi terakhir dengan Didik terjadi pada Minggu (6/5/2012). Ketika itu, Didik menelepon, mengungkapkan keinginannya untuk pulang dan memperbaiki nisan kedua orangtuanya.
“Dalam pembicaraan di telepon, dia mengatakan akan pulang secepatnya, khusus untuk memperbaiki batu nisan, memperjelas tulisan nama kedua orangtua kami, dan membuat tulisan itu lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)