Pesawat Sukhoi Hilang
Keluarga Didik Pasrah Menunggu Kabar Evakuasi
Keluarga korban SUkhoi Superjet 100, Didik Nur Yusuf asal Magelang pasrah menunggu kabar evakuasi
Penulis: had |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mukh Nur Huda
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Keluarga salah satu penumpang pesawat Sukhoi Superjet100 yang mengalami kecelakan, Didik Nur Yusuf (44), di Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang, mengaku pasrah atas musibah yang menimpa. Mereka berharap Tuhan masih memberikan keajaiban, mengingat pihaknya belum menerima informasi kejelasan kondisi para korban.
Namun seandainya kabar terburuk yang diterima, mereka pasrah dan menilainya sebagai kematian yang sangat mulia karena meninggal dalam menjalankan tugas.
“Dengan kecelakaan ini kami berharap Allah memberikan kehidupan. Tapi andaikan adik saya terpanggil, kami bangga karena adik saya meninggal dalam bekerja menjalan tugas, kami tetap pasrah,’’ kata kakak kandung korban, Nur Zamroni (54), Kamis (10/5/2012).
Didik Nur Yusuf adalah wartawan Majalah Angkasa yang menjalankan tugas
jurnalistik dalam penerbangan promosi pesawat Sukhoi Superjet 100. Nahas, pesawat
tersebut mengalami kecelakaan dan bangkainya ditemukan pecah di selatan Gunung
Salak, Kawah Ratu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Belum bisa dipastikan kondisi para penumpangnya termasuk kondisi Didik. (*)