Pesawat Sukhoi Hilang
Cuaca Buruk, Evakuasi Dihentikan
Sore ni evakuasi ditunda karena cuaca buruk dan kembali dilanjutkan Jumat pagi
Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kepala Humas Basarnas, Gagah Prakoso, mengatakan proses
evakuasi dari Pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di sekitar Gunung
Salak, Jawa Barat kemungkinan ditunda.
"Kemungkinan evakuasi sore ditunda karena maslaah cuaca, kabut disana mulai turun dan cuaca belum mendukung," jelas Gagah kepada wartawan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Gagah menuturkan bahwa kemungkinan proses evakuasi dilanjutkan besok pagi, karena evakuasi dari udara menggunakan helikopter.
"Semua sinyal disana masih blank, hanya dapat berkomunikasi antara heli ke heli. Mereka mengudara tinggi bisa komunikasi memantau dari atas," bebernya.
Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.
Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.
Pesawat melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat.
Penerbangan kedua dilakukan pada pukul 14.12 WIB dengan mengangkut 45 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan. (*)
"Kemungkinan evakuasi sore ditunda karena maslaah cuaca, kabut disana mulai turun dan cuaca belum mendukung," jelas Gagah kepada wartawan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Gagah menuturkan bahwa kemungkinan proses evakuasi dilanjutkan besok pagi, karena evakuasi dari udara menggunakan helikopter.
"Semua sinyal disana masih blank, hanya dapat berkomunikasi antara heli ke heli. Mereka mengudara tinggi bisa komunikasi memantau dari atas," bebernya.
Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.
Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.
Pesawat melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat.
Penerbangan kedua dilakukan pada pukul 14.12 WIB dengan mengangkut 45 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan. (*)