Ujian Nasional SD
UN di Gandekan Dijaga Polisi
Pasca bentrokan Solo, ujian nasional di Gandekan dijaga polisi, Senin pagi
Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Keluruhan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, yang beberapa waktu terjadi bentrok, diliputi ketakutan. Pihak sekolah khawatir jika sewaktu-waktu bentrok kembali pecah saat para siswa sedang mengerjakan soal. Pihak sekolah pun melakukan pengamanan untuk memberikan rasa aman pada siswa.
Di SD Kristen Widya Wacana Gandekan misalnya, trauma atas peristiwa bentrok Kamis dan Jumat (3-4/5) lalu masih terasa. SD tersebut memang terletak tepat di sisi utara jalan RE Martadinata, jalan yang dilalui ormas saat melakukan sweeping. "Saya dan siswa masih trauma pada bentrok kemarin. Untuk pengamanan UN kali ini, saya minta pada yayasan untuk mengirimkan satpam," kata Endang Muljani, Kepala Sekolah SD Widya Wacana, Senin (7/5).
Pihak yayasan mengabulkan permintaan itu yang kemudian mengirimkan seorang satpam. Pengamanan lain dibantu oleh Linmas setempat dan aparat kepolisian yang masih berja-jaga. Sejumlah guru sekolah juga terlihat mondar-mandir di dekat pintu gerbang memantau keamanan. Sementara para siswa tetap tenang di dalam kelas mengerjakan soal ujian. "Saya sempat khawatir dan bingung bagaimana nanti UN nya. Mikir macam-macamlah pokoknya," ujar Endang.
Menurut Endang, ada 17 siswa di sekolahnya yang mengikuti UN. Persiapan UN sempat terganggu karena sekolah terpaksa meliburkan seleuruh siswa pada Jumat hingga Sabtu (4-5/5). Kebijakan libur itu adalah permintaan dari orang tua yang ketakutan. Praktis selama dua hari itu, siswa kelas enam sama sekali tak mendapatkan pelajaran tambahan. "Pas bentrok Kamis (3/5) itu, siswa kelas 6 terjebak di dalam sekolahan. Tapi saya sudah memberikan motivasi pada siswa agar tetap tenang menghadapi UN," katanya lagi. (*)