Satu Abad HB IX

Ismoyo dan Semar Sembogo Dikukuhkan Sultan HB X

Paguyuban lurah desa se DIY 'Ismoyo' dan paguyuban dukuh se DIY 'Semar Sembogo' dikukuhkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paguyuban lurah desa se DIY 'Ismoyo' periode 2012-2015 dan paguyuban dukuh se DIY 'Semar Sembogo' periode 2012-2017, dikukuhkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan baik sesuai tanggung jawab yang dibebankan. Semoga Tuhan memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas," kata Sultan.

Ketua Ismoyo, Bibit Rustanto menyampaikan terimakasih kepada Sri Sultan HB IX, bahwa tanah keraton di berbagai desa telah diizinkan untuk digunakan sebagai tanah kas desa demi kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga ucapkan terima kasih bahwa hari ini telah dikukuhkan secara resmi. Kami mohon doa agar kami dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya. Kami tegaskan, untuk terus mempertahankan keistimewaan DIY karena ini adalah milik rakyat DIY," tandas Bibit.

Sementara itu, Ketua Semar Sembogo, Sukiman menghaturkan terima kasih atas dikukuhkannya paguyuban dukuh se DIY ini.

"Pada kesempatan ini, kami beserta seluruh warga pedesaan di DIY tidak pernah surut untuk menjaga DIY dengan keistimewaannya. Kami juga siap menjadi benteng terakhir dalam proses RUUK DIY. Kami katakan tidak pada pemilihan, dan penetapan adalah harga mati yang harus diperjuangkan," kata Sukiman.

Sementara itu, trah Pangeran Diponegoro dan Trah Laskar Diponegoro menyampaikan deklarasi dukungan terhadap keistimewaan DIY. Hal ini disampaikan untuk mengingatkan sejarah Indonesia bahwa Yogyakarta adalah bagian dari Indonesia atas dasar Ijab Qobul tahun 1945.

"Bisa dikatakan bahwa, Sri Sultan HB dan Paku Alam memiliki hak politik yang melekat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Kami juga minta pemerintah Indonesia untuk menjaga keistimewaan DIY tanpa melupakan asal-usul dalam semua aspek. Termasuk tata aspek pemerintahan, wilayah dan pengelolaan pertanahan," tandas Roni Sodewo, keturunan ke tujuh Pangeran Diponegoro di depan Sri Sultan HB X. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved