Satu Abad HB IX
HB IX Berperan Dirikan UGM
Sri Sultan HB IX memiliki andil besar dalam mendirikan kampus UGM Yogyakarta
Penulis: Muhammad Fatoni |
JIKA berbicara pendirian UGM, tentunya kita tak bisa melupakan sosok Sri Sultan HB IX. Beliau merupakan sosok kunci sekaligus pendiri UGM yang layak menjadi suri tauladan, baik sebagai insan bangsa maupun akademisi UGM.
Sultan HB IX merelakan Pagelaran Keraton sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan pertama bagi para mahasiswa, pada 17 Februari 1946. Saat itu beliau menamakan institusi ini dengan nama Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada.
Kegiatan tersebut berlangsung sampai 12 Desember 1948, dimana terjadi agresi militer Belanda. Hal itu menyebabkan kegiatan perkuliahan terhenti karena sebagian besar mahasiswa ikut jadi pejuang kemerdekaan.
Sultan HB IX juga menjadi seorang pencetus untuk penyatuan pendidikan tinggi yang ada di Yogyakarta saat itu. Beliau ingin semua intitusi pendidikan tinggi yang ada di wilayah Yogya dan sekitarnya bisa menyatu.
Kesepakatan pun tercapai 19 Desember 1949 di Kepatihan Yogyakarta. Sultan HB IX memberi nama Universiteet Negeri Gadjah Mada. Tanggal inilah yang sekaligus hingga kini dijadikan patokan Dies Natalis UGM.
Para akademisi UGM tentunya wajib dan patut mengetahui sejarah dan langkah-langkah yang dilakukan HB IX, sampai akhirnya kita memiliki UGM saat ini. Peran HB IX terbilang sangat sentral dan penting pada perjalanan panjang pendirian kampus tertua di Jawa ini.
Pada akhirnya, Sultan HB IX pun juga memberikan tanah Keraton yang ada di wilayah Bulaksumur untuk menjadi tempat pendirian UGM yang kita kenal sampai saat ini. Itulah bukti Sultan HB IX adalah founding father UGM.(www.tribunjogja.com)