Menengok Peninggalan Berharga Almarhum Manthous

Mixer bernilai ratusan juta rupiah tersebut kini hanya teronggok di ruangan berkaca di studio 21 Campur sari Gunungkidul (CSGK).

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: jun
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selain meninggalkan karya yang dikenang masyarakat dan insan musik di Indonesia, sang maestro dan musisi campur sari, almarhum Manthous, memiliki harta  bernilai tinggi. Kekayaan tersebut, sebuah mixer berukuran sekitar 4x2 meter bermerk AMR 24 yang dioperasikan secara analog dengan puluhan channel dan panel, namun sangat canggih pada zamannya.

Mixer bernilai ratusan juta rupiah tersebut kini hanya teronggok di ruangan berkaca di studio 21 Campur sari Gunungkidul (CSGK).  Tribun Jogja berkesempatan untuk memasuki ruangan yang berukuran 3x3 meter tersebut, Sabtu (10/3/2012).

Ny Utasih (57), janda Manthous, memandu pengamatan peninggalan mendiang suaminya. "Klek" bunyi kunci yang diputar Asih, sebelum memasuki ruangan utama CSGK tersebut. Betapa hebat dan gagah, begitu kesan pertama melihat peninggalan sang maestro yang begitu mutakhir di jamannya. Ruang tersebut, kini hanya menyisakan nama Manthous yang dicetak dalam kayu.

Beberapa kaset berbagai jenis, termasuk album Manthous, terlihat tergolek di dalam sebuah kardus kecil. Beberapa piala terdapat di sudut kaca. Sementara di dinding ruang tersebut, terdapat dua penghargaan golden platinum atas karya Manthous. Di atas meja, juga terdapat speaker flat bermerk Auratone untuk memonitor kualitas suara berikut frekuensinya, setelah proses recording berlangsung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved