Sapi Kurban SBY Kalah Besar dari Sumbangan Tutut
Sapi kurban SBY ini diberi nama Rambo II, berat badannya 1,4 ton.
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Muhamad Wahyono, menjelaskan bahwa sumbangan sapi Presiden telah diserahkan Sabtu (5/11/2011) siang oleh staf kepresidenan. Tak berselang lama, sumbangan dari Wapres Boediono juga datang.
Selain Presiden SBY dan Wapres Boediono, ia mengungkapkan, keluarga Cendana (keluarga besar almarhum Presiden Soeharto) juga menyumbangkan hewan kurban berupa sapi 1,8 ton, sebanyak dua ekor. "Mereka sumbang dua ekor atas nama Mbak Tutut," katanya, saat ditemui Tribunnews di Masjid Istiqlal, Sabtu (5/11) petang,
Dengan demikian, sapi yang disumbangkan SBY kalah besar dari sapi sumbangan Tutut, yang bernama lengkap Siti Hardijanti Rukmana, anak sulung Soeharto. Selisihnya empat ratus kilogram.
Adapun sapi kurban SBY diberi nama Rambo II. Berat badan sapi ini 1,4 ton, panjang 285 sentimeter dan tinggi 180 sentimeter. Sapi hasil penggemukan tersebut dibelli dari peternak asal Pasuruan, Jawa Timur, Suhadi. Tahun 2010 lalu, Suhadi juga memasok sapi kurban untuk Presiden SBY, kala itu diberi nama Rambo I, seberat 1,2 ton.
Sapi berusia empat tahun berbadan besar yang dijadikan kurban tahun ini merupakan sapi simental, yakni tipe sapi perah dan pedaging asal Swiss. Harga Rambo II di pasaran sekitar Rp 50 juta.
Sapi yang memiliki gen terbaik tersebut dipesan khusus oleh pihak Sekretariat Negara. Tak sembarang sapi ternak memenuhi kriteria pihak Istana Negara sebagai hewan kurban. Selain sehat, sapi harus berberat tubuh minimal 1,2 ton. "Persyaratannya memang tidak mudah," kata Suhadi kepada wartawan.
Menurut Suhadi, tak ada perlakuan khusus dalam perawatan Rambo II. Pemberian pakan ternak pun biasa, tidak memerlukan rumput berkualitas super. "Jerami saja mau, kok," ujarnya. (*)