ATM BRI Gejayan Dimolotov

Waspadai Teroris Cari Dana

Bukan tidak mungkin kelompok garis keras itu berupaya merampok uang di ATM untuk mendanai aksi teror mereka.

Tayang:
Editor: jun
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pengamat terorisme Noor Huda Ismail meminta polisi untuk mewaspadai kemungkinan bahwa aksi peledakan ATM BRI di Jalan Gejayan, Mrican, Sleman, DIY,  dilakukan kelompok teroris. Bukan tidak mungkin kelompok garis keras itu berupaya merampok uang di ATM untuk mendanai aksi teror mereka.

"Pengeboman itu merupakan bagian dari kelompok terorisme untuk mencari dana. Kalau saya membaca petanya, itu menjurus ke arah situ," ujar Noor kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Ia mengingatkan, modus merampok bank pernah dilakukan di Bank CIMB Niaga, Medan, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Awalnya, aksi tersebut diduga hanya perampokan biasa.

"Akan tetapi setelah diusut lebih jauh, ternyata ada hubungannya, yaitu mencari dana untuk membantu kegiatan terorisme. Jadi ini kalau dilihat, ada kaitannya terus-menerus. Namun, nanti kita tunggu saja keterangan resmi dari kepolisian," kata Noor Huda.

Menurutnya, untuk mengungkap jaringan di balik peledakan tersebut, polisi harus mengidentifikasi beberapa kelompok arus utama yang tersebar di Indonesia. "Mereka (polisi, Red) harus tetap mengawasi pola-pola kelompok itu. Jika tidak, maka akan sulit menghubungkan satu jaringan ke jaringan lainnya," saran Noor. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved