Sabtu Umat Hindu Purwokerto Laku Brata Penyepian
Selama 24 jam, brata penyepian yang dilakukan adalah amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan
TRIBUNJOGJA.COM
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas, Ir Made Sedana Yoga
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Umat Hindu di Kabupaten Banyumas memiliki perbedaan waktu dalam penyelenggaraan Nyepi.
Perbedaan itu dikatakan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas, Ir Made Sedana Yoga, terletak pada waktu penyelenggaraan tapa brata penyepian.
Untuk penganut Hindu di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Banyumas, brata penyepian akan dimulai sore ini, mulai pukul 18.00 hingga pukul 18.00, Sabtu (05/03/2011).
Sedangkan penganut Hindu di Purwokerto baru akan melakukan brata penyepian pukul 06.00, Sabtu (05/03/2011).
"Sama-sama 24 jam, hanya waktu memulainya dan berakhir yang beda," kata Made ditemui sebelum upacara Tawur Agung Kasanga di Pura Giri Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede Banyumas.
Selama 24 jam, brata penyepian yang dilakukan adalah amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan.
"Setelah selesai baru diadakan Ngembakgeni, semacam bermaaf-maafan antar pemeluk Hindu," kata pengurus lain, Minoto Dharmo.
Jumlah penganut Hindu di Banyumas berjumlah sekitar 105 kepala keluarga. Sebagian besar, sekitar 65 KK tinggal di sekitar pura Desa Klinting.(*)