Formula Baru UN 2011

Edy Suasana Belum Pastikan Jadwal Ujian Sekolah

Pembentukan Pos Ujian Sekolah (US) untuk menindaklanjuti kebijakan UN formula baru sebagaimana telah dirilis pihak Mendiknas M Nuh.

Editor: jun
zoom-inlihat foto Edy Suasana Belum Pastikan Jadwal Ujian Sekolah
TRIBUN JOGJA/THERESIA ANDAYANI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs Edy Heri Suasana MPd.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA –  Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs Edy Heri Suasana MPd, belum dapat memastikan jadwal Ujian Sekolah (US) sebagai pelengkap Ujian Nasional (UN) SMA dan SMP, yang akan berlangsung April 2011. Pihaknya sedang membentuk sebuah wadah untuk menyiapkan US.

"Kami sedang membentuk  Pos US, sehingga belum dapat memastikan kapan jadwal  ujiannya,"  kata Edy ketika diwawancara Tribun Jogja, Jumat (13/1/2011), di ruang kerjanya.

Pembentukan Pos US ini untuk menindaklanjuti kebijakan UN formula baru sebagaimana telah dirilis pihak Mendiknas M Nuh.  Isi formulasi baru tersebut, antara lain, nilai akhir UN  2011 merupakan gabungan dari nilai US dan UN, dan penentuan soal-soal US diserahkan M Nuh kepada masing-masing sekolah.

Adapun UN untuk SMP dan MTS dijadwalkan  24 April hingga 28 April 2011, sedangkan SMA, SMK, dan MA 18 April hingga 21 April. UN Kota Yogya  untuk SMP/MTs akan diikuti 7.905 siswa di 64 sekolah,  SMA diikuti 5.355 siswa di 92 sekolah.

Edy menambahkan, formulasi penilaian UN dengan cara penggabungan nilai UN dan US tak perlu dirisaukan para orangtua murid. Dia juga mengingatkan bahwa aturan baru itu tak bertujuan mempermudah kelulusan dengan mengatrol nilai melalui US. Sebab, siswa dituntut mendapat standar  nilai kelulusan 5,6.

"Standar nilai minimal UN harus mencapai  5,6. Maksimum dua mata pelajaran dengan nilai minim empat, dan maksimum empat mata pelajaran di atas  4,25," ujarnya.

Menurut Edy,  untuk mencapai standar kelulusan siswa harus mempunyai nilai rata-rata UN  minimal empat, dan nanti akan dikalikan 0,6 agar hasilnya 2,4. Adapun nilai US harus memperoleh minimal delapan sehingga jika dikalikan 0,4 hasilnya 3,2, dan setelah dijumlahkan menjadi 5,6.

"Jangan sampai siswa berpikir kalau adanya US untuk mengkatrol nilai UN. Tapi standarnya harus mendapat nilai delapan agar  hasilnya bisa mencapai yang ditetapkan," ujar Edy.

Dengan formulasi seperti itu, anak tetap harus menggenjot nilai sekola, yang  nanti bisa dilihat dari nilai raport dan nilai ujian semester. "Siswa harus tetap belajar untuk mendapat nilai kelulusan yang tinggi, bukan malah berharap dari US," kata dia.

Mengenai soal-soal yang akan di ujikan dalam US, Edy menegaskan,  harus memenuhi standar kompetensi kelulusan (SKL). "Kisi-kisi soalnya akan dikembangkan dengan SKL dan dituangkan dalam ujian," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved